Bonus Deposit Hingga 50% untuk semua member, syarat dan ketentuannya sangat mudah , banyak permainan yang tersedia seperti tembak ikan online , adu banteng , sabung ayam , sportsbook , casino online , poker online , togel online dan masih banyak lagi.
>

POKERPLAY338

Pokerplay338 merupakan agen poker indonesia yang menyediakan berbagai permainan poker , di dalam Poker Perdana tidak ada bot dalam game tersebut atau murni semua pemain. Kami akan membantu anda jika mengalami kendala dalam permainan Poker Online 24 jam di setiap harinya.

POKERPLAY338

Agen Poker IDN Indonesia seperti Joker338 merupakan situs judi poker uang asli yang memiliki 6 jenis game dalam 1 ID diantaranya Texas Holdem Poker , Live Poker, Ceme , Ceme Keliling , Domino dan Capsa Susun.

Agen Poker IDNPLAY

pokerplay338 merupakan agen poker live pertama di indonesia dengan berbagai permainan yang menarik , Bandar Poker Uang Asli mendukung layanan bank lokal seperti BCA , BNI , BCA , MANDIRI Dan CIMB NIAGA.

JOKER338 | BANDAR SBOBET RESMI INDONESIA

Joker338 merupakan salah satu agen bola terpercaya indonesia yang mempunyai berbagai produk judi online seperti SBOBET , MAXBET , CALIBET , TEMBAK IKAN , ADU BANTENG , TOGEL ONLINE , POKER INDONESIA , SABUNG AYAM dan masih banyak lagi.

JOKER338 | AGEN JUDI TEMBAK IKAN ONLINE

Joker338 satu-satunya agen bola indonesia yang berani memberikan bonus deposit hingga 10% setiap minggunya dan hampir di semua permainan juga mendapatkan bonus deposit , seperti contohnya bonus deposit untuk permainan sportsbook sebesar 50%.

< ;
Tampilkan postingan dengan label KPK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KPK. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Juni 2017

Membekukan Anggaran Polri, Tindakan Sinting Wakil Rakyat | DETIK TOP

 Membekukan Anggaran Polri, Tindakan Sinting Wakil Rakyat

 Membekukan Anggaran Polri, Tindakan Sinting Wakil Rakyat

Detiktop - Saat mendengar kata DPR, hal apa yang pertama kali anda bayangkan? Apakah dibayangkan orang jujur, bersih dan pro rakyat? Apakah akan dibayangkan orang yang akan menolak saat diberi Rupiah? Apakah akan dibayangkan orang yang santun dan terhormat?


Hal diatas tidak akan dibayangkan oleh orang waras. Lihat saja kelakuan DPR sekarang, mereka mengancam akan membekukan anggaran KPK dan Polri. Akan saya ulangi lagi, mereka akan membekukan anggaran organisasi anti korupsi (alasannya anda tahu sendiri) DAN anggaran organisasi hukum.

Kalau DPR ingin membekukan anggaran KPK, itu wajar. Toh salah satu target tembak KPK adalah DPR, sekumpulan wakil rakyat paling terhormat hingga bisa tidur saat sidang. TAPI, kalau sudah mengancam akan membekukan anggaran polisi, saya ulangi lagi, POLISI, maka para anggota dewan perlu lagi di cek kadar grey matter di otak mereka.

Saat Polisi Menghilang

Kita tidak memotong. Pembahasan anggaran 2018 tak akan dibahas bersama kepolisian dan KPK. Bukan tidak cair tapi 2018 mereka tak punya postur anggaran. Hampir semua anggota dalam tone yang sama, tegas Misbakhun, anggota Pansus Hak Angket KPK

Memang para wakil rakyat yang terhormat ini tidak berpikir saat mengatakan hal tersebut. Apakah mereka sadar apa yang sedang mereka ancam? Bila mereka benar-benar melakukan hal sinting tersebut, maka silahkan bawa parang saat keluar rumah.

Para pencuri, perampok dan pembunuh bisa bebas berkeliaran saat melakukan aksinya. Toh polisi sudah tidak memiliki gaji, memangnya mereka makan batu? Siapa yang mau bekerja kalau tidak digaji, polisi itu profesi, bukan kerja sukarela.

Para sipir penjara pun tidak akan ada yang masuk kerja. Mana mau orang membahayakan dirinya kalau tidak ada gaji? Para napi tinggal kabur saja, toh tidak ada lagi yang menjaga mereka.

Ketua banggar DPR, Aziz Syamsuddin sendiri mengatakan kalau pembekuan anggaran ini tidak bisa dilakukan satu lembaga saja, tapi bisa saja anggaran ada tapi tidak dicairkan.

Hak budgeting itu dalam hal siklus pembayaran atau penganggaran itu kan secara menyeluruh. Tidak bisa satu institusi dibekukan kemudian berdampak ke Kementerian/Lembaga. Dalam RAPBN, nota keuangan itu secara menyeluruh KL di tahun 2018. Tak bisa pembahasan secara parsial, sebut Aziz.

Meski demikian, Aziz menceritakan pernah ada kejadian satu lembaga yang anggarannya dibintang alias disetujui namun tak dicairkan. Aziz masih melihat kemungkinan tersebut.

Dinolkan tidak, dibintang iya. Yang bintang nanti saya melalui pleno Banggar dulu. Saya akan pleno dan lihat usulannya dulu. Saya lihat usulannya dulu, ucapnya.

Kalau anggaran Polri dibekukan maka siapa yang untung? Tidak ada satu pihak pun yang akan diuntungkan oleh tindakan sinting ini. Rumah DPR pun tinggal dijebol maling dan wakil rakyat super terhormat ini hanya bisa gigit jari. Toh polisi sudah tidak bisa bekerja.

Tidak. Tinggal decline aja. KPK nol, kepolisian nol, selesai merupakan kalimat yang diucapkan Misbakhun saat menyampaikan ancamannya.

Memang wakil rakyat ini hidupnya super terhormat. Polisi yang mengatur keamanan dalam negara pun bisa diancamnya. Bagaimana bisa rakyat percaya kepada lembaga wakil rakyat kalau tindakan mereka begitu arogan?

Sayangnya rakyat tidak bisa memecat DPR, tidak ada UU yang mengatur hal tersebut. Kalau salah pilih ya tinggal gigit jari 5 tahun. Melihat kondisis DPR sekarang, gigit jari pun kurang, sudah harus gigit tangan.

DPR ini mengaku sebagai wakil rakyat, tapi rakyat yang mana? Yang jelas tindakan mereka sungguh titik-titik. Kita harap saja Pileg ke depan mensyaratkan tes otak bagi calon wakil rakyat, mana tau ada yang isinya zonk.

Berarti ancaman DPR tersebut adalah hal nyata yang tidak bisa dibiarkan. Bila anggaran KPK dibekukan siapa yang untung? Yang jelas rakyat tidak akan diuntungkan sama sekali. Yang senang ya pihak "itu". Toh tidak adalagi yang mengawasi.

Jumat, 28 April 2017

Bertambah 7 Orang, Inilah 26 Daftar Nama-Nama Inisiator Hak Angket KPK

Sidang Parnipula DPR 29/04/2017

Sidang Parnipula DPR 29/04/2017 

Detiktop - DPR telah menyetujui usulan hak angket KPK meski banyak penolakan dari sejumlah fraksi. 

Sudah ada 26 nama, yang sebelumnya tertulis 19 nama inisiator hak angket KPK. Siapa saja?

Beredar kembali daftar yang berisi nama-nama pengusul hak angket KPK di kalangan wartawan, Sabtu (29/4/2017). 

Awalnya, ada 19 nama yang ketahuan meneken usulan tersebut, namun kini bertambah 7 nama termasuk 6 nama berasal dari fraksi Hanura. Dengan demikian, hak angket sudah bisa diusulkan karena memenuhi syarat minimal 25 nama dari minimal dua fraksi.

6 nama inisiator angket KPK dari fraksi Hanura
Kini, udah ada 7 nama dari fraksi Hanura yang meneken usulan angket KPK. Dan satu nama lagi berasal dari fraksi PKB.

Fraksi PKB Ikutan teken angket KPK
Adapun 26 nama yang ikut meneken usulan hak angket KPK adalah sebagai berikut:

Fraksi Partai Golkar
Syaiful Bahri Ruray
Endang Srikarti Kandayani
Agun Gunandjar
Anton Sihombing
Noor Achmad
Ridwan Bae
Muhammad Nur Purnamasidi
Nawafie Saleh
Ahmad Zacky Siradj
Adies Kadir

Fraksi PDIP
Masinton Pasaribu
Eddy Wijaya Kusuma

Fraksi PKS
Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR)

Fraksi Partai Gerindra
Desmon J Mahesa

Fraksi PPP
Arsul Sani

Fraksi PAN
Daeng Muhammad

Fraksi NasDem
Taufiqulhadi
Ahmad Sahroni

Fraksi PKB
Rohani Vanath

Fraksi Partai Hanura
Dossy Iskandar
Dadang Rusdiana
Djoni Rolindrawan 
Samsudin Siregar
M Farid Al Fauzi
Ferry Kurniawan
Frans Agung Mula Purba

Kamis, 27 April 2017

Kamis, 27 April 2017, KPK memeriksa Anggota DPRD Kota Bekasi periode tahun 2014-2019, Muhammad Kurniawan.

Kamis, 27 April 2017, KPK memeriksa Anggota DPRD Kota Bekasi periode tahun 2014-2019, Muhammad Kurniawan.
Kamis, 27 April 2017, KPK memeriksa Anggota DPRD Kota Bekasi periode tahun 2014-2019, Muhammad Kurniawan.
Detiktop - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak berhenti mengusut kasus pada 10 tersangka korupsi proyek jalan di Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Penyidik pun menelusuri seluk beluk kasus ini melalui pemeriksaan sejumlah saksi.

Kamis, 27 April 2017, KPK memeriksa Anggota DPRD Kota Bekasi periode tahun 2014-2019, Muhammad Kurniawan.

Pada persidangan kasus korupsi jalan ini di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi pada Senin, 18 April 2016, nama Kurniawan disebut. Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng, mengaku telah menyerahkan uang Rp 2,5 miliar untuk Wakil Ketua Komisi V DPR RI Yudi Widiana melalui Kurniawan.

Namun, Kurniawan pernah membantah keterlibatannya dalam sejumlah kesempatan. Salah satunya, usai pemeriksaan Jumat 29 April 2016 di KPK.

Uang suap ini diduga untuk mengatur jalannya proyek pembangunan ruas jalan pada Kementerian PUPR di daerah Maluku dan Maluku Utara.

Yudi sendiri telah menjadi tersangka dalam kasus ini. Atas perbuatannya, Yudi disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Selain Yudi, penyidik KPK telah menetapkan Musa Zainuddin sebagai tersangka dugaan suap proyek pembangunan jalan di Kementerian PUPR.

Ada juga tiga anggota Komisi V DPR. Mereka adalah Damayanti Wisnu Putranti dari Fraksi PDIP, Budi Supriyanto dari Fraksi Golkar dan Andi Taufan Tiro dari Fraksi PAN. Ketiganya diduga menerima fee hingga miliaran rupiah dari Direktur PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir.

Sementara tersangka lain yang sudah ditetapkan KPK yakni, Komisaris PT Cahaya Mas, Sok Kok Seng alias Aseng, Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustari, Abdul Khoir serta dua rekan Damayanti, Dessy A Edwin dan Julia Prasetyarini.

Beberapa tersangka di antaranya sudah duduk menghadap meja hijau. Lalu, bagaimana kelanjutan kasus ini?

Sabtu, 15 April 2017

Awali Masa Tenang, Anies Diskusi Dengan Mantan Pentolan KPK

Awali Masa Tenang, Anies Diskusi Dengan Mantan Pentolan KPK
Detiktop - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan mengawali masa tenang Pilgub DKI Jakarta putaran kedua dengan berdiskusi bersama pegiat antikorupsi di kediamannya, Jalan Lebak Bulus II Dalam, Cilandak Jakarta Selatan, Minggu (16/4).

Pegiat antikorupsi yang hadir dalam pertemuan tertutup tersebut yakni Mantan komisioner KPK Adnan Pandu Praja dan Bambang Widjojanto, Mantan Menteri ESDM Sudirman Said, serta jubir tim Anies-Sandi Pandji Pragiwaksono.

"Kita tadi sarapan pagi dan banyak ngobrol masalah kebangsaan dan yang berkaitan dengan Pilkada besok," kata Anies usai pertemuan.

Mantan Mendikbud itu menilai, yang harus menjadi perhatian khusus di masa tenang Pilgub DKI yakni potensi pelanggaran atas aturan dasar berdemokrasi. Semisal berbagai praktik politik uang dengan pembagian sembako yang akan menguntungkan salah satu paslon.

"Ada berbagai macam temuan yang ditemukan kami di lapangan. Tim kami langsung melaporkan ke KPU dan Bawaslu untuk diproses," ujar Anies.

Anies berharap, pencoblosan di putaran kedua ini bisa berlangsung sesuai azas pemilu lurus, bersih, jujur, dan adil. Sebab, bila proses demokrasi tak sejalan dengan azasnya maka patut dipertanyakan pemerintah yang akan mendatang nanti.

"Kalau dalam proses pilkada saja tidak bersih bagaimana bisa mengharapkan tata kelola Pemerintah yang bersih di kemudian hari," ungkap Anies.

"Kita ingin Jakarta bersih, Pemerintah bersih karena itu kita dari awal, kami akan jaga supaya tata kelola bersih termasuk kampanye. Bahkan laporan keuangan kita sudah keluar WTP (wajar tanpa pengecualian). Karena kita ingin Jakarta jadi contoh praktik," sambungnya.

Anies menilai bila praktik pelanggaran dalam proses pemilu di Jakarta bisa dikendalikan, maka hal itu bisa dilakukan di seluruh Indonesia. Sebaliknya bila hal tersebut tak bisa dikendalikan maka praktik yang sama bisa juga terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

"Kalau Jakarta enggak bisa dikendalikan gimana tempat lain. Kita merasa yang hadir ini mereka-mereka yang konsisten perjuangkan Indonesia bersih berani jujur," terang Anies

 
Super Kawaii Cute Cat Kaoani