Bonus Deposit Hingga 50% untuk semua member, syarat dan ketentuannya sangat mudah , banyak permainan yang tersedia seperti tembak ikan online , adu banteng , sabung ayam , sportsbook , casino online , poker online , togel online dan masih banyak lagi.
>

POKERPLAY338

Pokerplay338 merupakan agen poker indonesia yang menyediakan berbagai permainan poker , di dalam Poker Perdana tidak ada bot dalam game tersebut atau murni semua pemain. Kami akan membantu anda jika mengalami kendala dalam permainan Poker Online 24 jam di setiap harinya.

POKERPLAY338

Agen Poker IDN Indonesia seperti Joker338 merupakan situs judi poker uang asli yang memiliki 6 jenis game dalam 1 ID diantaranya Texas Holdem Poker , Live Poker, Ceme , Ceme Keliling , Domino dan Capsa Susun.

Agen Poker IDNPLAY

pokerplay338 merupakan agen poker live pertama di indonesia dengan berbagai permainan yang menarik , Bandar Poker Uang Asli mendukung layanan bank lokal seperti BCA , BNI , BCA , MANDIRI Dan CIMB NIAGA.

JOKER338 | BANDAR SBOBET RESMI INDONESIA

Joker338 merupakan salah satu agen bola terpercaya indonesia yang mempunyai berbagai produk judi online seperti SBOBET , MAXBET , CALIBET , TEMBAK IKAN , ADU BANTENG , TOGEL ONLINE , POKER INDONESIA , SABUNG AYAM dan masih banyak lagi.

JOKER338 | AGEN JUDI TEMBAK IKAN ONLINE

Joker338 satu-satunya agen bola indonesia yang berani memberikan bonus deposit hingga 10% setiap minggunya dan hampir di semua permainan juga mendapatkan bonus deposit , seperti contohnya bonus deposit untuk permainan sportsbook sebesar 50%.

< ;
Tampilkan postingan dengan label Sex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sex. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Juni 2017

Memuaskan Napsuku di Kota Bogor !! | DETIKTOP

Memuaskan Napsuku di Kota Bogor !! | DETIKTOP

Memuaskan Napsuku di Kota Bogor !! | DETIKTOP

Detiktop - Awalnya begini, waktu itu sekitar bulan Februari 2010, saya ingin mengunjungi teman lama saya di Bogor dengan kendaraan umum, saya sampai di kota yang menurut saya banyak menyimpan kenangan di masa lalu. 

Sebab saya pernah merasakan kesegaran udara kota ini sekian tahun yang lalu. Oh ya, saya sekarang berumur 33 tahun, umur yang hampir matang dan saya pernah mengenyam pendidikan di kota ini selama hampir 6 tahun.

Sampai di Bogor saya bingung ingin kemana dulu sebab setelah sampai, ada rasa rindu di dada untuk mengetahui lebih lama tentang perubahan kota ini. Setelah berkeliling Kebun Raya saya merasa penat, akhirnya saya mampir ke pusat jajan di Mal Pasar Bogor. Pikiran saya menerawang jauh ke masa lalu, sambil berjalan saya mengamati banyak orang lalu lalang di sekitar mal tersebut.

Dalam hati mudah-mudahan ketemu teman, jadi kan enak bisa ada yang temani. Ketika saya menuju sebuah tempat duduk di pusat jajan saya berpapasan dengan seorang wanita, yah sekitar 25 tahun dengan berpakaian rapi seperti karyawati umumnya. 

Dengan tersenyum saya menyapa, “Hai,” masalahnya wanita itu telah tersenyum duluan dengan saya. Perlu diketahui saya memang kuper bila berhadapan dengan wanita, saya tidak berani bicara dahulu tanpa didahului.

“Rasanya saya pernah kenal dengan.. Mas..”
Wah saya dipanggil “Mas”, tapi tidak apa deh, dengan senyum lagi saya jawab,
“Dimana..”

Dengan sedikit basa-basi akhirnya saya perkenalkan diri saya dan saya ajak makan bersama, kebenaran saya sedang lapar, eh dia juga mau. Sambil menikmati makanan, saya banyak diam sebab saya takut, jangan-jangan saya dijebak oleh sesuatu yang saya tidak tahu kemudian saya diperas, pikiran tersebut selalu menghantui saya.

Tapi lama-kelamaan saya mulai memahami situasi. Wanita itu memperkenalkan diri sebagai Nadia yang bekerja di salah satu perusahaan asuransi. Dengan sedikit berhati-hati saya memberanikan diri untuk mengajak Nadia untuk beristirahat, sebab dari pembicaraan antara saya dengan dia saya simpulkan Nadia juga sedang sumpek pikirannya, dia sedang mencari luapan emosi yang mendera di hatinya. 

Dengan sedikit halus Nadia menolak ajakan saya, sebab katanya dia takut saya berbuat jahat. Wah pikirannya sama dengan saya. Terus saya pikir lagi, mungkin wanita ini perempuan yang tidak benar (maaf.. WTS), tidak tahunya wanita benar-benar wanita karier, tapi belum menemukan karier yang jelas.

Dari gaya bicaranya Nadia suka dengan saya, kemudian saya melanjutkan lagi diskusi sampai hampir sejam lebih. Dengan sedikit ragu saya ajak kembali, akhirnya dengan senyum dia menyetujui tapi dengan syarat, katanya bahwa saya jangan macam-macam. Wah saya jadi gemetar, tapi naluri seorang laki-laki normal saya katakan, saya tidak akan macam-macam apabila dia tidak mecam-macam juga.

Oke, sepakat kami menuju sebuah tempat di daerah pinggiran kota Bogor, tempatnya mendukung untuk sepasang yang sedang gundah gulana untuk mengemukakan perasaan yang lebih jauh. Saya pesan sebuah ruangan paviliun yang terdiri dari kamar mandi, kamar tidur dan ada teras di dalam dengan nuansa alami. 

Yah di situlah saya melanjutkan kisah cerita dari hati ke hati. Saya mendengarkan dengan sabar tapi sesekali saya berikan pandangan yang luas tentang arti hidup, mamang kata teman-teman saya, saya dapat memberikan rasa nyaman bila bicara, itu kata teman-teman saya (khususnya yang wanita) saya sendiri tidak merasa demikian, wah GR nih.

Kurang lebih setengah jam berlalu tanpa saya duga sambil bercerita Nadia menangis sambil merapatkan kepalanya di lengan saya, wah saya jadi gerogi tapi saya tahan untuk terus memberikan dorongan moril. 

Tapi sekali lagi sebagai laki-laki normal saya tidak bisa menahan gejolak kelaki-lakian saya, saya usap rambutnya sambil membelai-belai, tak lama kemudian tangisnya reda. Kami saling berpandangan sekian detik.

Detik selanjutnya Nadia memeluk erat tubuh saya, wah saya semakin tidak karuan dibuatnya. Dengan bisikan halus saya mengingatkan jangan macam-macam, terus Nadia malah mempererat pelukannya dan berkata sepertinya kami memang sudah macam-macam, wah tantangan nih saya pikir. 

Saya balas pelukannya dengan sedikit perlahan-lahan dan saya kecup keningnya, dengan refleks Nadia mencium bibir saya, yah saya layani dengan sedikit hati-hati, saya takut hatinya masih rapuh dan terbawa emosi saja.

Semakin lama ciuman kami semakin panas, saya mulai melakukan aksi menjalankan kewajiban sebagai seorang Bani Adam memberikan kenikmatan kepada seorang Bani Hawa. Dengan pasrah dibiarkannya buah dadanya saya usap-usap terus saya remas dengan sepenuh perasaan. 

Sedikit demi sedikit saya lepaskan baju kerjanya yang terdiri dari beberapa kancing. Akhirnya terlepas sudah baju dengan tangan kanan saya letakkan di atas meja sedang tangan kiri terus bergerilia antara “Gunung Sahari” hingga ke “Gunung Agung”.

Sementara lidah kami terus bergelora saling melilit sesamanya. Semakin ganas saja rupanya tanpa sedikit sabar kameja saya direnggutnya, saya maklum gelora nafsunya semakin naik, dia lepaskan bibirnya kemudian menjilat-jilat leher saya. 

Wah saya tidak tinggal diam, saya telusuri dengan lidah di balik telinga terus merayap ke leher dengan sedikit gigitan kecil, lalu saya kulum ujung payudaranya yang sedikit kecoklatan, semakin mengejang payudaranya. Saya gigit-gigit kecil, “Ahh.. hh.. Mass.. tekann teruss..”

Tanpa saya sia-siakan, saya gotong tubuh setengah bugil ke atas tempat tidur dan saya rebahkan, kemudian saya lepas roknya, terlihatlah seonggok daging yang masih terlapisi sehelai bahan tipis yang tembus pandang. 

Saya terpana sejenak dengan pemandangan yang sangat indah yang susah dilukiskan dengan kata-kata. Terus saya buka perlahan-lahan sambil saya jilati dari pangkal paha sampai ujung kaki, saya buat Nadia seperti mimpi. Tanpa saya perintah celana panjang saya dilepasnya hingga CD saya pun dilepaskan.

Wah “adik” saya itu rupanya sudah menggeliat dengan sangat elegans. Diusapnya dengan belaian halus sambil sesekali dipijit, “Aahh.. ahh,” saya melenguh semakin nafsu.

Tiba-tiba dihisapnya ujung batang kemaluan saya, “Aahh.. ahh.. jangann!” dengan reflek saya angkat kepalanya, saya memang belum pernah dihisap kemaluan saya oleh siapapun. Saya takut kena penyakit, kata orang-orang pintar.

Tapi tindakan saya malah membuat matanya semakin syahdu, liar, nafsu, campur aduk. Ditepisnya tangan saya, dikulumnya lagi sambil bergerak maju mundur. Pikir saya, biarin deh saya yakin dia wanita bersih. 

Saya merasakan dunia ini berputar, “Nikmatt.. ahh.. ahh terus yang kencang sedotnya.. ahh.. ahh..” tangan saya terus meremas-remas rambutnya yang terurai bebas lepas seperti nafsu manusia bila lepas kendali. Samaikn lama ujung kemaluan saya berdenyut-denyut menandakan saya hampir klimaks.

Saya sadar, kemudian saya minta lepaskan untuk memberi peluang istirahat, dengan sedikit merenggangkan kedua pahanya, saya usap dengan jari tengah bibir kemaluannya yang sudah basah dengan lendir kewanitaan. “Ahh..” lenguhan panjang terdengar, saya teruskan dengan menjilati hutang kemaluan di sekitar liang kemaluan.

“Eehaacckk.. aahh.. aahh..” pantatnya digerakkan semakin liar dengan kedua tangan menyanggah tubuhnya. Sedikit saya gigit ujung klitorisnya dia bergelinjang hingga terlepas dari jangkauan lidah saya. 

Saya berusaha menghampiri lagi tapi.. “Maass.. jangan terusskan.. ahh..” sambil tangannya menggenggam batang kemaluan saya dan ditariknya menuju liang kemaluannya yang sudah siap untuk dimasuki benda tumpul.

Dengan susah saya tekan, tidak berhasil akibat licinnya landasan kemaluannya dan sempitnya lubang surganya. Tapi tanpa kehilangan kontrol akhirnya saya berhasil masuk, “Aahh.. ahh..” Saya diamkan beberapa detik di dalam kemudian saya gerakkan perlahan-lahan sambil meresapi kenikmatan yang ditimbulkan oleh gesekkan antara dua kutup yang saling membutuhkan. 

Sepuluh menit berlalu kami saling cengkram, saling gigit, saling goyang, dan seterusnya akhirnya saya berinisiatif untuk di bawah agar kenikmatan ada pada wanita.

Tanpa membuang waktu Nadia menggerakkan pantatnya turun naik sambil berputar putar mencari titik kenikmatan yang sangat dasyat dengan beberapa gerakan tertentu. 

Saya merasakan Nadia semakin nikmat bila pergerakan sedikit menekan ke arah samping kanan, mungkin disitulah letak syaraf yang sangat sensitip bahkan super sensitip untuk dinikmati oleh seorang wanita yang tengah dirasuki nikmat yang luar biasa. 

Suara kami saling bertalu seirama dengan gerakan yang semakin dasyat. “Aakhh..” dengan menghimpitkan kedua pahanya Nadia melenguh dengan kencang dan kejang. Wah, sudah orgasme rupanya sang betina. Saya semakin nafsu dibuatnya.

Beberapa saat saya balikkan tubuhnya, saya tekan dengan kemaluan saya yang menurut ukuran sedikit di atas normal dan berurat-urat. Hal itu dikatakan oleh Nadia sebelum kami bertempur tadi. Saya tekan dari belakang, “Aahhk..” saya pikir masuk ke liang dubur kok sempit sekali tapi tidak tahunya benar-benar di liang kemaluannya, yang konon katanya bila dimasukkan melalui belakang, dinding kemaluan semakin rapat sehingga dapat menyedot benda-benda yang ada di sekitarnya.

“Teruss.. teruss tekan.. ahkk,” tangan saya tak lepas dari pentil payudaranya. Semakin lama ujung kemaluan saya berdenyut keras, menandakan akan ada badai dasyat. Saya hentikan tekanan kemaluan saya dalam lubang kemaluannya. Saya balikkan lagi tubuhnya dengan sangat perlahan tapi pasti. Saya ambil bantal untuk mengganjal pantatnya yang seksi agar ruang gerak kemaluan saya dapat masuk ke lembah yang lebih dalam dan dasyat lagi.

Benar juga, setelah saya lepaskan “torpedo” saya, Nadia bergelinjang sangat dasyat, “Ahhk.. ah.. akk.. Mass.. kamu kok.. hbff..” wah tidak ada kata-kata lagi yang dapat diucapkan secara normal. Begitu pula saya dengan sedikit sisa tenaga yang ada, saya tekan sekuat perasaan. Beberapa detik kemudian saya sadar akan bahaya bagi Nadia.

bisikan beberapa kata, “Yang.. saya.. tumpahkan.. dimaanaa..” dengan tersenyum dan mata yang telah hilang hitamnya didekapnya saya sangat erat sambil berucap, “Te.. terussin.. Maass..” dengan ucapan demikian saya mempercepat gerakan tapi pasti, akhirnya..

“Aahhk.. aohh.. nnff.. ahh..”

“Crott.. crott.. crott.. crot..”

Saya dekap tubuhnya dengan sangat erat, saking dasyatnya permainan ini hingga saya takut kehilangan momentum yang tidak pernah saya dapati ini.

Saya dan Nadia saling peluk. “Terima kasih.. Mass.. karena telah.. memberikan semangat lahir dan batin,” sambil mengecup kening saya. Saya hanya tersenyum penuh arti. Akhirnya saya berpisah dan hingga saat ini saya tidak pernah bertemu lagi. 

Jika dipikir-pikir hal itu bagai mimpi, tapi itu kenyataan adanya. Sering saya melamun, akankah hal itu dapat terjadi lagi? jawabnya ada pada kenyataan alam. Oke, bagi rekan-rekan yang ingin mengoreksi atau mengomentari atau berteman atau lebih dari itu, saya hanya manusia biasa yang dapat menerima dengan ikhlas. Layangkan ke e-mail saya. Hanya orang dewasalah yang akan saya balas, terima kasih atas perhatiannya.

Kamis, 22 Juni 2017

Setelah Usai Pesta Minuman Keras, Pasangan Ini Melakukan Hal Yang Tidak Terduga | Detiktop

Setelah Usai Pesta Minuman Keras, Pasangan Ini Melakukan Hal Yang Tidak Terduga
Setelah Usai Pesta Minuman Keras, Pasangan Ini Melakukan Hal Yang Tidak Terduga
Detiktop - Belakangan ini banyak terjadi aktivitas seksual semakin merajalela di kalangan masyarakat bagi kaum anak muda. Seperti tidak kenal malu lagi, mereka tidak segan - segan untuk melakukan perbuatan mesum di depan umum lagi.

Sebuah video menjadi viral karena merekam aktivitas mesum yang dilakukan oleh seorang pasangan yang masih berusia muda. Ia merupakan seorang penata rambut yang cukup terkenal di instagram.

Sayangannya, belakangan namanya sedang dicibir banyak orang sebab kelakukan wanita ini tersebut. Dia melakukan bersama seorang pria Marissa Sonkur tertangkap oleh cctv kamera bercinta di lokasi yang tidak seharusnya dia lakukan.

Dalam video ini terlihat Marissa bersama seorang pria sedang duduk di balik sebuah tembok yang di hadang oleh golden tersebut. Dan hari ini Detiktop.xyz dari TKP tersebut adalah di belakang arena berpacu kuda.

Tempat itu bernama Kelso Racecouse dimana terdapat banyak bar yang menjual minuman keras tersebut. Setelah melakukan aktivitas minum-minuman di bar dekat dengan arena berpacuan kuda tersebut, Marrisa sempat berkenalan dengan seorang pria itu.

Karena kedua pasangan ini tidak bisa saling menahan napsu tersebut, lantas mereka nekat bercinta di sekitar lokasi situ. Di keliling oleh rumput-rumput dan lalang tinggi keduaanya dalam keadaan setengah bugil.

Dalam video Marrisa tidak terlihat melepaskan bajunya yang berwarna merah itu. Dan begitu juga pasangannya tidak melepaskan bagian celana dalamnya. Seorang rekan Marrisa yang saat itu juga ikut berpesata di duga menjadi pelaku utama yang merekam video saat kejadian itu.

Video yang di rekam itu pada akhirnya menjadi viral di sosial media dan memancing berbagai komentar dari pada netizen. Marissa yang di kabarkan tidak bisa pulnag karena membuat netizen kecewa dan merasa marah dengannya. 

IBU MERTUAKU ADALAH PEMUAS BIRAHI KU | DETIKTOP

IBU MERTUAKU ADALAH PEMUAS BIRAHI KU
IBU MERTUAKU ADALAH PEMUAS BIRAHI KU
Detiktop - Aku seorang laki-laki biasa, hobiku berolah raga, tinggi tubuhku 178 cm dengan bobot tubuh 78 kg. Aku mempunyai fisik yang ideal untuk seorang pria, tinggi, tegap, padat dan atletis. 

Tidak heran kalau banyak wanita yang menggoda dan mengajakku tidur karena sex appeal-ku ini. Empat tahun yang lalu saya menikah dan menetap di rumah mertuaku. 

Hari-hari berlalu kami lewati tanpa adanya halangan walaupun sampai saat ini kami memang belum dianugerahi seorang anak pendamping hidup kita berdua. Kehidupan berkeluarga kami sangat baik, tanpa kekurangan apapun baik itu sifatnya materi maupun kehidupan seks kami. Tetapi memang nasib keluarga kami yang masih belum diberikan seorang momongan.

Di rumah itu kami tinggal bertiga, aku dengan istriku dan Ibu dari istriku. Sering aku pulang lebih dulu dari istriku, karena aku pulang naik kereta sedangkan istriku pulang naik kendaraan umum. Jadi sering pula aku berdua di rumah dengan mertuaku sampai dengan istriku pulang. 
Mertuaku berumur sekitar kurang lebih 45 tahun, tetapi dia mampu merawat tubuhnya dengan baik, aktif dengan kegiatan sosial dan rutin berolahraga bersama teman-temannya yang lain. Sering kulihat Ibu mertuaku pakai baju tidur tipis dan tanpa BH. Melihat bentuk tubuhnya yang masih lumayan dengan kulitnya yang putih, sering membuatku seperti kehilangan akal sehat.

Pernah suatu hari selesai Ibu mertua mandi, telepon berdering. Lalu dia pun keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan sehelai handuk yang dililitkan ke tubuhnya. Aku yang sedang berolahraga angkat beban di luar, juga bermaksud mengangkatnya. Sesampainya aku di dekat telepon, ternyata kulihat Ibu mertuaku sudah mengangkatnya.

Saat itulah aku melihat pemandangan yang menggiurkan. Dari belakang kulihat bentuk pangkal pahanya sampai ke bawah kakinya yang begitu bersih tanpa ada bekas goresan sedikitpun. Aku tertegun dan menelan ludah, terangsang melihat kaki Ibu mertuaku. Dalam hati berpikir "Kok, sudah tua begini masih mulus aja ya..?"

Aku terhentak dari lamunanku begitu Ibu mertuaku menaruh gagang telepon. Lalu aku bergegas kembali ke luar, meneruskan olahragaku yang tertunda. Beberapa menit setelahnya aku hentikan olahragaku, masuk ke kamar, ambil handuk dan mandi. Saat aku hendak ke kamar mandi, kembali aku melihat pemandangan yang menggairahkan. 

Melalui celah pintu kamarnya yang tak tertutup, kuintip ke dalam, kulihat bagian belakang Ibu mertuaku yang bugil karena handuknya sudah dilepas dari tubuhnya. Serta merta burungku mulai bangkit, dan gairahku memuncak. Segera kutenangkan pikiranku yang mulai kotor karena pemandangan itu.

Selesai mandi aku membuat kopi dan langsung duduk di depan TV nonton acara yang lumayan untuk ditonton. Tidak lama Ibu mertuaku menyusul ikutan nonton sambil mengobrol denganku.

"Bagaimana kerjaanmu, baik-baik saja?" tanya Ibu mertuaku.

"Baik, Bu. Lho Ibu sendiri gimana?" tanyaku kembali. Kami mengobrol sampai istriku datang dan ikut bergabung mengobrol dengan kami berdua.

Besok malamnya, sekitar jam 11.30 malam aku keluar kamar untuk minum. Kulihat TV di ruang keluarga masih menyala. Saat itu terlihat Ibu mertuaku ternyata sudah tertidur di depan TV. Ketika aku hendak mematikan televisi, tidak sengaja aku melihat ke arah rok Ibu mertuaku. Rok Ibu mertuaku tersibak sampai celana dalamnya kelihatan sedikit.

Kulihat kakinya masih begitu mulus, iseng kuintip roknya dan terlihatlah gumpalan daging kemaluan yang ditutupi celana dalamnya. Ingin sekali rasanya kupegang dan kuremas gumpalan daging memek Ibu mertuaku itu, tetapi buru-buru aku ke dapur ambil minum lalu membawa ke kamar. Sebelum masuk kamar sambil berjalan pelan kulirik Ibu mertuaku sekali lagi dan burungku langsung ikut bereaksi pelan.

Aku masuk kamar dan coba mengusir pikiranku yang mulai kerasukan ini. Esoknya aku telat bangun, dan kulihat istriku sudah tidak ada. Langsung aku bergegas ke kamar mandi. Selesai mandi sambil mengeringkan rambut yang basah, aku berjalan pelan dan tanpa sengaja kulihat Ibu mertuaku berganti baju di kamarnya tanpa menutup pintu kamar. 

Aku kembali tertegun dan terangsang menatap keseluruhan bentuk tubuh Ibu mertuaku. Cuma sebentar aku masuk kamar, berganti pakaian kerja dan segera berangkat.

Hari ini aku pulang cepat, di kantorpun tidak ada lagi kerjaan yang aku harus kerjakan. Saat pulang aku tidak melihat Ibu mertuaku, tampaknya dia berada di kamarnya karena pintunya tertutup. Sampai di rumah aku langsung berganti pakaian dengan kaus olahraga, dan mulai melakukan olahraga rutin yang biasa aku lakukan tiap pulang kerja.

Sedang asyik-asyiknya aku melatih otot-otot dada dan lenganku, tiba-tiba kudengar suara teriakan. Itu adalah suara teriakan Ibu mertuaku. Kusudahi latihanku, dan aku segera bergegas menuju suara teriakan yang berasal dari kamar Ibu mertuaku. Langsung tanpa pikir panjang kubuka pintu kamar. Kulihat Ibu mertuaku berdiri di atas kasur sambil teriak

"Awas tikusnya keluar..!" tandas Ibu mertuaku.

"Tikus? Ada tikus di sini Bu?" tanyaku menegaskan.

"Iya...ada tikus, tolong carikan!" katanya panik.

Aku pun mulai mencari tikus itu.

"Lho.. kok pintunya di buka terus? Nanti tikusnya susah ditangkap!" tandas Ibu mertuaku.

Sambil kututup pintu kamar, kubilang "Mana.. mana tikusnya..?"

"Coba kamu lihat di bawah kasur atau di sudut sana.." kata Ibu mertuaku sambil menunjuk meja riasnya. Kuangkat seprei kasur dekat meja rias. Memang ada seekor tikus kecil di situ yang tiba-tiba mencuit dan melompat ke arahku. Aku kaget dan spontan lompat ke atas kasur.

Ibu mertuaku tertawa kecil melihat tingkahku dan mengatakan "Kamu takut juga ya?" Sambil menggerutu pelan kembali kucari tikus kecil itu, sesekali mataku nakal melirik ke arah kaki Ibu mertuaku yang roknya terangkat itu.

Saat sedang mencari tikus itu, tiba-tiba Ibu mertuaku kembali teriak dan melompat ke arahku, ternyata tikusnya ada di atas kasur. Ibu mertuaku mendekapku dari belakang, entah disengaja atau tidak, namun kurasakan payudaranya menempel di punggungku, terasa hangat dan kenyal-kenyal. Kuambil kertas dan kutangkap tikus yang sudah mulai kecapaian itu terus kubuang keluar.

"Udah dibuang keluar belum?" jelas Ibu mertuaku.

"Udah, Bu." Jawabku dari luar kamar.

"Kamu periksa lagi, mungkin masih ada yang lain... soalnya Ibu dengar suara tikusnya ada dua" tegas Ibu mertuaku.

"Walah, tikus maen pake ajak temen segala!" gumamku.

Aku kembali masuk ke kamar dan mengendus-endus di mana temennya itu tikus seperti yang dibilang Ibu mertuaku. Ibu mertuaku duduk di atas kasur sedangkan aku sibuk mencari. Begitu aku mencari di bawah kasur sepertinya tanganku ada yang meraba-raba di atas kasur.

Aku kaget dan kusentakkan tanganku, ternyata tangan Ibu mertuaku yang merabanya. Aku pikir temennya tikus tadi. Ibu mertuaku tersenyum penuh misteri dan kembali meraba tanganku. Aku memandang aneh kejadian itu, tetapi kubiarkan dia merabanya terus.

"Gak ada tikus lagi, Bu..!" kataku setelah berkali-kali mencari. Tidak ada sahutan. Lalu tanpa berkata apa pun Ibu mertuaku beranjak dari kasur dan langsung memelukku. Aku kaget dan mulai panas dingin. Dalam hati aku berkata "Kenapa nih orang?"

Rambutku dibelai, diusap seperti usapan seorang ibu pada anaknya. Dipeluknya aku erat-erat seperti takut kehilangan.

"Ibu kenapa?" tanyaku.

"Ah.. nggak! Ibu cuma mau membelai kamu" jawabnya sambil tersenyum genit.

"Udah ya.. Bu, belai-belainya..!" kataku.

"Kenapa, kamu nggak suka dibelai sama Ibu" rajuk Ibu mertuaku.

"Bukan nggak suka, Bu. Cumakan..." alasanku lagi.

"Cuma apa... ayo.. cuma apa..!?" potong Ibu mertuaku. Aku diam saja, dalam hati biar sajalah tidak ada ruginya kok dibelai sama dia. Siapa juga lelaki yang tidak mau diraba dan diusap-usap sama wanita seksi seperti dia?

Sambil membelaiku, kulihat pancaran birahi tersiar dari matanya. Aku merasa maklum, dengan kaos olahraga tipis yang melekat di tubuhku, tampilan otot-otot kekar di baliknya pasti terlihat dengan jelas. Hal itu ditopang dengan keringatku yang membekas di kaos itu. 

Pasti terlihat sangat menggairahkan bagi wanita mana saja yang melihatnya. Kuperhatikan Ibu mertuaku masih terus membelaiku. Belaiannya lalu berpindah, dari rambut terus turun ke leher sambil diciumnya perlahan. Aku merinding menahan geli, sementara tangan halusnya bergerilya menyusuri tubuhku. 

Kaos olahragaku diangkat dan dibukanya, bukit dadaku diusap dengan sesekali digigiti. Pentil dadaku dipegang, diusap dan dicium. Kudengar nafas Ibu mertuaku semakin tidak beraturan. 

Dituntunnya aku ke atas ranjang, mulailah pikiranku melanglang buana. Dalam hati aku berpikir "Jangan-jangan Ibu mertuaku lagi kesepian dan minta disayang-sayang ama laki-laki".

Aku bersikap pasif, tidak membalas tindakan mesra Ibu mertuaku itu. Aku berbaring di atas ranjang dengan posisi terlentang. Ibu mertuaku masih terus mengusap-usap dadaku yang lalu turun ke bagian perutku. Dicium, dijilati, dan terus dielusnya dada dan perutku. Aku menggelinjang geli dan berkata pelan berkata "Bu, sudah ya..."

Dia diam saja, sementara tangan kanannya mulai masuk ke dalam celanaku. Aku mengeluh pelan. Kurasakan tangan kanannya meraba-raba dan sedikit meremas-remas burungku dari luar celana dalamku. 

Merasakan hal itu, burungku pun mulai mengeras dan membesar. Sambil terus meremas dan meraba burungku yang sudah tegang, tangan kirinya berusaha untuk menurunkan celana pendekku. Aku pun beringsut membantunya untuk menurunkan celana pendekku. Tidak lama celanaku sudah lepas berikut celana dalamku.

Burungku pun sudah berdiri kencang, terus memanjang dan membesar seiring dengan rabaan dan remasan tangan Ibu mertuaku di batangnya.

"Besar sekali burungmu, Do, panjang pula...!" puji Ibu mertuaku sambil menoleh kepadaku dan tersenyum mesum. Mulut Ibu mertuaku pun mulai beraksi di burungku. Kepala burungku diciumnya, sambil tangan kirinya memijit bijiku. Aku mengeluh, mengerang, dan mendesis nikmat, merasakan gerakan erotis yang dibuat Ibu mertuaku.

"Ah, ah.. hhmmh... teruss.." itu saja yang keluar dari mulutku. Ibu mertuaku terus melanjutkan permainan birahinya dengan mengulum burungku. Aku benar-benar terbuai dengan kelembutan yang diberikan Ibu mertuaku kepadaku. 

Kupegang kepala Ibu mertuaku yang bergerak naik turun. Bibirnya benar-benar lembut, gerakan kulumannya begitu pelan dan teratur. Aku merasa seperti disayang, dicintai dengan gerakan mesra Ibu mertuaku.

Setelah dikulum sekitar 15 menit lebih, aku mulai tidak tahan. "Ah, Bu.. aku nggak tahan lagi Bu.." erang nikmatku.

"Hhmm.. mmh, heh.." suara Ibu mertuaku menjawabku. Gerakan kepala Ibu mertuaku masih pelan dan teratur. Aku semakin menggelinjang dibuatnya. Tubuhku menekuk, meliuk dan bergetar-getar menahan gejolak yang tak tahan kurasakan. Tak lama tubuhku mengejang keras. Kurasakan nikmat yang luar biasa, seiring dengan menyemburnya spermaku ke mulut Ibu mertuaku.

"Aggghhh...oohhh...akkuuu keeluuaarrr...Buu..."

"Crroootttt... cccrrrroootttt... ccrrrooottttt..."

Kulihat Ibu mertuaku masih bergerak pelan, bibirnya masih menelan kepala burungku dengan kedua tangannya yang berlepotan sperma, memegang batang burungku. Dia melihatku dengan tatapan sayunya dan kemudian kembali menciumi burungku, geli yang kurasakan sampai ke ubun-ubun kepala.

"Banyak banget kamu keluarnya, Do..!" tandas Ibu mertuaku sambil menatap mataku.

Aku terdiam lemas sambil melihat Ibu mertuaku datang menghampiriku dan memelukku dengan mesra. Aku balas pelukannya dan kucium dahinya. Kubantu dia membersihkan mulutnya yang masih penuh spremaku dengan menggunakan kaos olahragaku tadi. Aku duduk di ranjang, telanjang bulat dan berkeringat, menghirup minuman yang entah kapan sudah tersedia di meja riasnya. Sedang Ibu mertuaku, tiduran dekat dengan burungku.

"Kenapa jadi begini, Bu..?" tanyaku sambil tersenyum.

"Ibu cuma pengen aja kok.." balas Ibu mertuaku genit. Diusap-usapnya dengan mesra batang burungku, sambil tersenyum khas wanita nakal.

Aku belai rambutnya dan kuelus-elus pahanya sambil berkata "Ibu mau juga?" godaku sambil tersenyum. Dia menggangguk pelan, kusudahi minumku dan lalu kucium bibir Ibu mertuaku.

Dia balas ciumanku dengan mesra, aku melihat tipe Ibu mertuaku bukanlah tipe wanita yang haus akan seks, melainkan dia haus akan kasih sayang. Berhubungan intim pun sepertinya senang yang pelan-pelan bukannya seperti seekor serigala di musim kawin. 

Aku ikut pola permainan Ibu mertuaku, pelan-pelan kucium dia mulai dari bibirnya terus ke bagian leher dan belakang kupingnya, dari situ aku ciumi terus ke arah dadanya. Kubantu dia membukakan pakaiannya, kulepas semua pakaiannya. 

Kali ini aku benar-benar melihat semuanya. Kulitnya masih mulus, tak seperti kulit wanita seumurannya. Payudaranya masih kencang dan kenyal, perutnya rata dan singset, pinggang dan pinggulnya tampak montok, paha, betis dan kakinya kencang karena sering aerobik dan jogging dengan teman-teman arisannya.

Kuraba dan kuusap semua tubuhnya dari pangkal paha sampai ke payudaranya. Aku kembali ciumi dia dengan pelan dan beraturan. Kunikmati dengan pelan seluruh bentuk tubuhnya dengan mencium, menjilat, dan membelai setiap senti bagian tubuhnya. 

Payudaranya kupegang, kuremas pelan dan lembut, kucium dan kugigiti putingnya. Kudengar desahan nikmat dan nafasnya yang tidak beraturan. Puas beraksi di dada aku terus menyusuri bagian perutnya, kujilati perutnya yang indah itu, serta memainkan ujung lidahku di atasnya dengan putaran lembut yang membuat dia sedikit berkejang-kejang. Tangannya terus meremas dan menjambak rambutku, sementara lidahku melata pelan ke arah memeknya.

Sampai akhirnya bibirku mencium daerah berbulu miliknya, tercium aroma memeknya yang harum lalu kujilati bibir memeknya. "Oucchh.. terus sayang, kamu lembut sekali.. tee.. teruss.." kudengar suara erotisnya pelan.

Kumainkan ujung lidahku menyusuri dinding memeknya, kadang masuk kadang menjilat membuat dia seperti berada di awang-awang. Kujilati klitorisnya dan semua yang ada di daerah kemaluannya. Kusedoti cairan yang membanjir dari memeknya. 

Kulakukan ini terus menerus, dan kudengar desahan erotiknya yang semakin keras. Beberapa menit kemudian, ketika dia mulai di ambang orgasmenya tiba-tiba dengan tak sabar ditariknya kepalaku dan dia kembali melumat bibirku dengan panas. 

Dia membalikkan tubuhku dan mulai bergerak merayap ke atas tubuhku. Dipegangnya kembali burungku yang sudah kembali siap menyerang. Lalu diarahkannya burungku yang sudah siap tempur itu ke lobang memeknya...

Setelah beberapa kali dicoba, "Blesshhh..." masuk sudah seluruh batang burungkuku tertelan memek ibu mertuaku. Diangkat dan digoyang pantatnya. Dia memutar-mutar pinggulnya, berusaha untuk mendapatkan kenikmatan dari batangku seperti yang dia mau.

"Ah.. uh, nikmat banget ya..!" kata Ibu mertuaku. Dengan gerakan seperti itu tak lepas kuremas payudaranya dengan mesra.

"Aahhh...uuhh...bessarr...banggett...punnyaa...muuhh...Do ohh!" gerakan naik turunnya makin cepat.

"Ohh...nikmaattt...ahhh...uhhh...dahsyaaatt..." desah Ibu mertuaku terus naik turun menikmati pompaan burungku. Dicakarnya dengan gemas otot-otot kekar di dada dan di perutku....

"Ohhh...aahhh...miiliikk...Ibu...juggaa...ennakk" erangku penuh nikmat sambil tak lepas kuremas-remas payudaranya.

"Sempiitt...ohhhh...terusshh...jepiitt buruuunggkuu...ohhh...Buuhhh..." erangku berlanjut merasakan hisapan memeknya pada burungku. Memek Ibu mertuaku memang masih nikmat kurasakan. Walau sudah berumur, rasanya tidak kalah dengan memek para perempuan lain yang pernah kutiduri sebelumnya. Tampaknya Ibu mertuaku sangat pintar menjaga kemaluannya itu.

Setelah cukup lama naik-turun keluar-masuk, Ibu mertuaku mulai menunjukkan tanda-tanda.

"Aduh, Ibu nggak tahan lagi sayang..." kata Ibu mertuaku. Aku mencoba membantunya mendapatkan kepuasan yang mungkin belum pernah dia alami sebelumnya. Gerakannya semakin cepat dari sebelumnya, dan tak lama dia berhenti sambil menarik tanganku agar aku bangkit. Diarahkannya wajahku ke arah payudaranya sambil berujar;

"Ayyooo Ddoohhh... hisap dan susui toketku..." Kupenuhi permintaannya dengan senang hati. Kuhisap, kujilat dan kugigit gemas payudaranya yang bagus itu. Ibu mertuaku mengerang-erang merasakan nikmatnya perbuatanku itu....

"Aaaahhh... aahhh... aaahhh... pintaarrsss kamuuhhh Sayanngghhh..."

Kurangkul tubuhnya lembut dan terus menggoyangkan batang burungku yang masih di dalam dengan keras dan bertenaga. Hingga akhirnya...

"Ahh.. ah.. ahhss.." desah nikmat Ibu mertuaku. Keluarlah cairan kewanitaannya membasahi burungku yang masih terbenam di liang memeknya.

"Ahhss...ohhhh...nikmaattnya burungmu...Ddoohh!" desahnya lagi sambil tubuhnya yang mengkilat karena keringatnya itu berkejat-kejat, menerima gelombang kenikmatan yang datang menderanya. Kami sama ambruk ke ranjang. Kupeluk dia sambil kuciumi bibirnya dan kuelus-elus punggung mulusnya. Dia terdiam dalam dekapanku. Kubiarkan dia menikmati sisa-sisa orgasmenya.

Setelah kurasa dia sudah cukup beristirahat, kugoda dia lagi

"Enak ya.. Bu... Mau lagi..?" Dia menoleh dan tersenyum sambil telunjuknya mencoel ujung hidungku.

"Kenapa? Kamu juga mau lagi?" canda Ibu mertuaku.

Tanpa banyak cerita kumulai lagi gerakan-gerakan panas, kuangkat Ibu mertuaku dan aku menidurkannya sambil mencium bibirnya kembali. Untuk sesaat kami saling berciuman dengan panas, saling tukar lidah dan ludah. 
Tangan-tanganku dan Ibu mertuaku bergerak nakal, tetapi tetap dengan gerakan yang lembut menggerayangi tubuh pasangannya. Kami juga tak lepas berciuman dalam posisi ini. Kemudian kembali kumasukkan burungku ke memeknya. Hanya sebentar aku bermain dalam posisi itu, lalu kutuntun dia untuk bermain di posisi yang lain.

Kuajak dia berdiri di samping ranjangnya. Awalnya dia bingung dengan posisi baru ini. Tetapi untuk menutupi kebingungannya kuciumi tengkuk lehernya dan kujilati kupingnya. Kuputar tubuhnya untuk membelakangiku, kurangkul dia dari belakang. 

Tangan kanannya memegang batang burungku sambil mengocoknya pelan, sementara kedua tanganku memainkan payudaranya. Kemudian kuangkat kaki kanannya dan kupegangi kakinya. Sepertinya dia mulai mengerti bagaimana aku akan bermain. Tangan kanannya menuntun burungku ke arah memeknya, pelan dan pasti kumasukkan batang burungku dan masuk dengan lembut... "Bleeeppp..." Ibu mertuaku melenguh dan mendesah nikmat, kutarik dan kudorong pelan burungku, sambil mengikuti gerakan pantat yang diputar-putar Ibu mertuaku.

Luar biasa nikmat kurasakan pengaruhnya pada burungku. Kutambah kecepatan gerakanku pelan-pelan, masuk-keluar, masuk-keluar, semakin lama semakin cepat. Kupegang erat-erat kaki kanannya agar tidak jatuh, kudekap Ibu mertuaku dengan tangan kiriku, sambil kumainkan payudara kirinya. Sesekali kuciumi tengkuk lehernya.

"Ah.. ah.. Dod.. Dodo, kammuu..!" desahan erotis Ibu mertuaku mulai keras terdengar.

Cukup lama kupompa memeknya, kurasakan tubuh Ibu mertuaku bergetar.

"Ibu mau keluar lagi.. Do..." jeritnya. Mendengar kata-katanya, semakin kutambah kecepatan sodokan batangku dan...

"Acchh...aaahhh...ooochhh" keluarlah cairan ejakulasi dari memek Ibu mertuaku, turun membasahi tangan dan pahaku. Ibu mertuaku berteriak-teriak erotis dalam pelukanku. Tubuhnya berkejat-kejat liar, bergetar lemas dan langsung jatuh ke kasur.

Sesampainya di kasur kubalik tubuhnya dan kucium balik bibirnya. Kembali kumasukkan burungku ke memeknya. Dia balas memelukku dan menjepit pinggang rampingku dengan kedua kakinya. Kuayun pantatku naik turun tambah cepat membuat Ibu mertuaku semakin meringkih kegelian.

"Ayo Do, kamu lama banget sih.. Ibu geli banget nih.." kata Ibu mertuaku.

"Dikit lagi, Bu..!" sahutku. Ibu mertuaku membantuku keluar dengan menambah gerakan erotisnya. Pantatnya berputar-putar mengimbangi pompaanku. Bermenit-menit kukocok kemaluannya, aku mulai merasakan tanda-tanda. Kurasakan kenikmatan itu datang tak lama lagi. Tubuhku bergetar dan menegang, sementara Ibu mertuaku memutar-mutar pantatnya dengan cepat. Akhirnya...

"Crrootttt... cccrrrrooottttt... ccrrroootttttt...."

Kuhamburkan seluruh spermaku dalam-dalam ke memeknya. Ada sekitar 7 kali semburan pejuhku ke dalam memeknya.

"Ahhcckk.. ahhk.. aduhh.. nikmatnya" kataku. Ibu mertuaku meresponnya dengan memelukku dengan erat.

"Waduh banyak juga kayaknya kamu keluarkan pejuhmu untuk Ibu..." kata Ibu mertuaku sambil tersenyum.

Kucabut burungku yang sudah kembali ciut ukurannya dari jepitan memeknya, lalu berbaring di sampingnya. Aku terkulai lemas di sisi ibu mertuaku. Kemudian Ibu mertuaku mendekatiku dan merebahkan kepalanya di dadaku. Tangan halusnya membelai-belai perut sixpackku lalu bergerak turun untuk meremasi batang burungku. 

Dia mainkan sisa cairan di ujung batangku. Aku sedikit kegelian begitu tangan Ibu mertuaku mengusap-usap kepala burungku yang sudah kembali menciut.Sesaat kami saling bercanda sambil berciuman mesra. Setelah puas, kucium bibir Ibu mertuaku lembut, kemudian pamit keluar kamar untuk mandi. Tak lama ibu mertuaku ikut menyusulku mandi.

Begitu istriku pulang, kami bersikap seolah-olah tak ada yang terjadi. Kami bertiga asyik mengobrol dan bercanda-canda. Namun saat kami berpandangan, dapat kulihat sorot matanya menatapku yang seakan-akan ingin mengulanginya kembali bersamaku.

Semenjak hari itu aku sering mengingat kejadian itu. Bayangan Ibu mertuaku yang mendesah-desah nikmat merasakan pompaan burungku ini sering menghiasi mimpi-mimpiku. Saat aku sedang menyetubuhi istrikupun, tetap saja ingatanku melayang ke situ. Kadang kalau aku tak sengaja menatap cermin meja rias istriku, terbayang peristiwa nikmat di hari yang indah itu. Bayangan aku dan Ibu mertuaku yang sedang asyik bergelut menimba gairah birahi.

Kami saling mencabik, bergelut liar, dan mengerang-erang penuh kenikmatan. Kalau sudah begitu, burungku akan bangun-tegak membesar memanjang-menuntut untuk dipuaskan kesenangan biologisnya. Akhirnya terpaksalah aku beronani untuk meredam kehausan seksual burung kesayanganku ini.

Sudah empat hari ini Ibu mertuaku pergi dengan teman-temannya dalam acara koperasi Ibu-Ibu di daerah itu. Otomatis aku hanya bisa bertemu dengannya malam saja. Hingga sampai suatu hari. Saat itu Kamis jam 05.00 sore aku sudah ada di rumah, kulihat rumah sepi seperti biasanya.

Sesampainya di rumah aku bergegas untuk mandi, karena aku sudah mampir dulu di sebuah gym tadi. Sebelum masuk ke kamar tidurku kulihat di kamar mandi ada orang yang mandi. Aku bertanya "Siapa di dalam?"

"Ibu! Kamu sudah pulang Do.." balas Ibu mertuaku.


"O, iya. Kapan sampainya Bu?" tanyaku lagi sambil masuk kamar.

"Baru setengah jam sampai!" jawab Ibu mertuaku.

Kuganti pakaianku dengan pakaian rumah, celana pendek dan kaos oblong. Aku berjalan ke dapur hendak mengambil handukku untuk mandi. Begitu handuk sudah kuambil aku bermaksud kembali lagi ke kamar, mau ambil pakaian kotor sekaligus ingin mengecek HPku sebelum mandi. Saat lewat kamar mandi, kulihat Ibu mertuaku keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang dililitkan ke tubuhnya. Aku menunduk mencoba untuk tidak melihatnya, tetapi dia tampak sengaja menubrukku.

"Kamu mau mandi ya?" tanya Ibu mertuaku kepadaku.

"Iya, emang kenapa Bu"? tanyaku. Mataku langsung saja tertumbuk pada payudaranya yang putih dan montok itu. Ingin rasanya kujilati dan kususui sepuasnya sampai dia keluar... aku menelan ludahku membayangkan itu.

Dia langsung peluk aku dan cium pipi kananku, sambil berbisik dia berkata genit "Mau Ibu mandiin nggak?!"

"Eh, Ibu. Emang bayi pake dimandiin segala" candaku.

"Ayo sini.. biar bersih mandinya.." jawab Ibu mertuaku sambil mengerling nakal dan menarikku masuk ke kamar mandi.

Sampai di kamar mandi aku taruh handukku sedangkan Ibu mertuaku membantu melepaskan kausku. Sekarang aku telanjang bulat, dan langsung mengguyur tubuhku dengan air. Ibu mertuaku melepaskan handuknya dan kitapun telanjang bulat bersama. Matanya bersinar-sinar memandangi tubuh telanjangku, seakan-akan dia ingin menelan habis diriku.

Melihat tubuhnya yang telanjang, aku spontan menelan ludahku. Burungku mulai naik pelan-pelan melihat suasana merangsang seperti itu. "Eh, belum diapa-apain sudah berdiri?" kata Ibu mertua menggodaku dengan mencubit pelan batang burungku. Aku mengisut malu-malu diperlakukan seperti itu. Kuambil sabun dan kugosok tubuhku dengan sabun mandi.

Kita bercerita-cerita tentang hal-hal yang kita lakukan beberapa hari ini. Si Ibu bercerita tentang teman-temannya, sedangkan aku bercerita tentang pekerjaan, aktivitas olahraga, dan lingkungan kantorku. Ibu mertuaku terus menyabuni aku dengan lembut, sepertinya dia ingin membuat pengalaman mandiku kali ini istimewa.

Sambil terus bercerita, Ibu mertuaku tetap menyabuniku sampai ke pelosok-pelosok tubuhku. Kadang sambil menyabuni, tangannya nakal bergerilya di tubuhku. Dicakarinya bukit dadaku. Burungku yang sudah tegang, dipegangnya dan disabuninya dengan lembut.

Selesai disabun aku guyur kembali tubuhku dan sesudah itu mengeringkannya dengan handuk. Begitu mau pakai celana, Ibu mertuaku melarang dengan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum nakal. Kami lilitkan handuk di tubuh masing-masing. Setelah itu ditariknya diriku ke kamarnya.

Sesampainya di sana, didorongnya dadaku ke atas kasurnya. Dia sendiri langsung mengunci pintu kamarnya. Aku tersenyum melihatnya seperti itu. Dia dekati aku, lalu dia lepaskan handuk di tubuhku dan tubuhnya. Burungku memang sudah hampir total berdiri. 

Dia langsung bergerak ke arah burungku dan mulai mengulum burungku. Pelan tapi pasti kurasakan batang burungku yang sudah berdiri, tambah mengeras, memanjang, dan membesar seiring kulumannya di burungku. Gairahku pun turut memuncak. Kupegangi kepalanya yang naik turun sambil mendesah-desah nikmat. Mataku merem melek merasakan kulumannya itu.

Cuma sebentar dia ciumi burungku, sekitar 10 menitan, langsung dia menaikiku kembali. Dia arahkan burungku ke memeknya. "Sleeppp...slleepp...sslleepp..." tiga kali tusukan, masuk sudah seluruh burungku terbenam dalam memeknya. 

Dalam hati aku berpikir kalau Ibu mertuaku memang sudah rindu sekali ingin melakukannya lagi denganku. Dia angkat dan dia turunkan pantatnya dengan gerakan yang stabil. Aku pegang dan remas-remas payudaranya membuat dia seperti terbang ke awang-awang kenikmatan.

Tak lama kuubah posisi bercintaku. Aku bangkit, kudekap dia sambil terus memompa burungku dalam-dalam ke memeknya, bibir dan tanganku bermain-main di payudaranya. 

Desahan nikmatnya tambah keras dan goyangan pantatnya tambah liar merasakan rambahan mulut dan tanganku di payudaranya. Dan efeknya, putaran pantatnya membuatku seperti gila, matanya merem melek keenakan, dan aku jadi tambah bersemangat untuk menyodok memeknya.

Menit-menit berlalu, gerakannya semakin cepat dan dia bersuara pelan "Oh... oh... ahcch..." tibalah dia ke puncak kenikmatannya. Dan tak lama kemudian tubuhnya menegang kencang dan dia jatuhkan diri ke pelukanku yang sudah kembali berbaring. Kupeluk dia erat-erat sambil mengatakan

"Waduh.. enak banget ya?"

"He-eh, enak" balasnya.

"Emang ngeliat siapa di sana sampai begini?" godaku.

"Ah, nggak ngeliat siapa-siapa, cuma kangen aja..." bisik mesranya ke telingaku. Kali ini aku kembali bergerak, kuciumi dia terlebih dahulu sambil kuremasi payudaranya. Kubuat dia mendesah geli dengan rabaan tanganku di punggung dan pinggulnya, dan kubangkitkan gairahnya kembali.

Kutidurkan dia, lalu kunikmati kembali sekujur tubuhnya senti demi senti, mulai dari payudara hingga ke pangkal pahanya. Sampai di daerah memeknya, kujilati dinding memeknya sambil memainkan lobang memeknya dengan tanganku. Kujilati klitorisnya, kusedoti cairan memeknya yang mulai membanjir, dan kutusukkan memeknya dengan jari-jariku.

Ibu mertuaku mendesis-desis seperti kepedasan dan mengeluh nikmat karena gerakanku itu. Terkadang dia membuka dan merapatkan pahanya yang indah untuk mendekap wajahku, seakan-akan dia ingin agar kepalaku masuk ke lobang memeknya. Sekitar 10 menit kumainkan kemaluannya, Ibu mertuaku mulai tidak sabar.

"Ayo ah.. kamu ngebuat Ibu gila nanti..." kata Ibu mertuaku.

Aku beranjak bangun dan menindihnya sambil mengarahkan burungku masuk ke dalam memeknya. Kugesek-gesekkan dahulu kepala burungku di kelentitnya, lalu pelan mulai kumasukkan burungku ke lobang memeknya.

Sleppp...sleppp... Pelan-pelan aku goyangkan burungku, kadang kutekan pelan dengan irama-irama lembut. Tak lama masuk sudah burungku ke dalam dan Ibu mertuaku mendesis seperti ular cobra. Kugoyang pantatku, kunaikkan dan kutekan kembali burungku masuk ke dalam memeknya.

Aku terus bergerak monoton dengan ciuman-ciuman mesra ke arah bibir Ibu mertuaku. Sambil kuciumi mulutnya, kumainkan kembali payudaranya. Kuraba dan kuremas payudaranya dengan lembut. Sesekali kumainkan juga kelentitnya. Ibu mertuaku hanya mengeluarkan desahan-desahan nikmat dengan matanya yang merem melek.

Kulihat dia begitu nikmat merasakan pompaan burungku di dalam memeknya. Dia jepit pinggangku erat dengan kedua kakinya untuk membantuku menekan batang burungku, yang sejak tadi masih aktif mengocok lobang memeknya. Kedua tangannya memainkan rambut dan puting dadaku, sementara aku asyik menjilati lehernya. Cukup lama kami bermain, gerakan Ibu mertuaku bertambah liar.

"Aku nggak kuat, Do.." desah ibu mertuaku. Tak lama kemudiannya, tubuhnya mulai kejang-kejang. Rupanya dia sudah mendekati puncaknya.

"Ahhh...ohhh...Dohh...aku keluarrrr..." erang nikmat Ibu mertuaku.

Pelukannya mengetat, dijambaknya rambutku yang membasah karena keringatku dengan tangan kanannya, dan dicakarnya punggungku dengan tangan kirinya. Dibenamkan wajahnya di dada bidangku. 

Digigitinya putingku, dan dihisapnya lembut. Lalu kurasakan batangku tersiram cairan memeknya yang meleleh karena orgasmenya yang kedua. Aku hentikan pompaanku di memeknya, kuberikan kesempatan dia untuk istirahat sejenak setelah keluar tadi.

Setelahnya kuminta dia berganti posisi. Kali ini aku memintanya untuk menungging. Aku ingin menggaulinya dengan gaya doggie style. Ibu mertuaku tersenyum mendengar permintaanku.

"Ohh...Puasin Ibu Doh...!"

"Iya buh!" jawabku parau. Begitu dia menungging, kusaksikan pemandangan yang luar biasa dari posisi ini. Pantat Ibu mertuaku yang begitu bulat dan montok, begitu terawat berkat ketekunannya berolahraga dan minum vitamin, lobang kemaluannya yang begitu menggoda, dengan rambut kemaluannya yang terpotong rapi. Glekk... kutelan ludahku melihat pemandangan indah itu.

Kujilati sebentar daerah kemaluan dan lobang anusnya itu. Kujilat dan kusedot-sedot memeknya dari belakang. Kumainkan juga lobang anusnya dengan lidah dan jari-jari tanganku secara bergantian. Ibu mertuaku mendesah-desah nikmat merasakan kenakalan tangan dan mulutku itu.

"Ayyyoohhh...Ddohhh...Cepetannn masukiiinnn burungmuhh ituhhh..." Ibu mertuaku memohon dengan nada memelas. Sebenarnya aku masih ingin bermain di daerah miliknya, tapi khawatir istriku akan pulang sebelum perbuatan mesum kami ini selesai. 

Kuposisikan burungku ke arah memeknya. Kumasukkan perlahan demi perlahan burungku ke dalam miliknya. Sleeppp...sleep...bleeppp...masuk sudah seluruh burungku tertelan memeknya, dan mulai kupompa dia.

Tak lama kurasakan memeknya mulai membasah, seiring dengan semakin cepatnya pompaan burungku di memeknya. Desah dan rintih penuh kenikmatan mulai terdengar kembali dari mulut kami berdua, seiring dengan meningkatnya intensitas persetubuhan itu.

Keringat deras mulai bercucuran di sekujur tubuhku, dan beberapa di antaranya berjatuhan di tubuh Ibu mertuaku, yang juga sudah licin oleh keringatnya sendiri.

"Dohh...ohhh...ahhh....ennaakkk...terusss..." desah nikmat Ibu mertuaku merasakan pompaan burungku yang semakin cepat dan liar di memeknya. Kuremas-remas payudaranya dari belakang. Kumainkan juga lobang anusnya dengan jari tengahku.

"Ohhh...aahhh...asshh...beginihh...Buhhh...?" tanyaku sambil terus memompa, sesekali menghujam-hujamkan burungku hingga melesak jauh ke dalam memeknya.

"Oohh...ahhh...Iyaahhhh...kaya...gituuhhh..." balas Ibu mertuaku, penuh kenikmatan. Aku semakin menambah kecepatan gerakanku apalagi setelah Ibu mertuaku memintaku untuk keluar berbarengan, aku menggeliat menambah erotis gerakanku. Hampir sejam sudah kami bergelut, bermandi keringat, lalu...

"Acchh.. sshh.. ahhh.. ohhh" desah Ibu mertuaku sambil menjepit erat-erat burungku dalam memeknya. Keluar sudah cairannya membanjiri burungku. Semenit kemudian ketika aku hampir keluar, kutekan dalam-dalam burungku ke dalam memeknya. Dengan jeritan yang keras, kuhamburkan spermaku keluar dan masuk ke dalam memek Ibu mertuaku.

"Crrroooottttt... ccrrrrooottttt.... Cccrrrrrooottttt...."

"Ahhcckk.. ahhk.. aduhh.. oohh...nikmatnya" desahku. Aku benar-benar puas dibuat Ibu mertuaku, sepertinya spermaku benar-benar banyak keluar, membasahi lobang dan dinding memek Ibu mertuaku. Untuk sesaat kami masih mempertahankan posisi seperti ini, sambil merasakan sisa-sisa nikmatnya orgasme. 

Aku terus memegang erat pinggulnya erat-erat sambil sesekali menekan burungku dalam-dalam, memastikan tak ada spermaku yang tersisa di kepala burungku. Lalu kutarik burungku dari dalam memeknya.

Kuperhatikan spermaku dan cairan birahinya, meluap keluar dari lobang memeknya saat kutarik burungku dari sana.

"Mungkin nggak ketampung makanya tumpah" komenku dalam hati.

Ibu mertuaku langsung berbalik posisi dan berbaring disusul aku kemudian. Dia langsung merebahkan kepalanya di dadaku sambil memeluk diriku mesra. Tangannya membelai-belai dadaku dan puting-putingnya. 

Sesaat kami masih saling bercanda, sambil berciuman mesra, dan meremas anggota seksual pasangannya. Sesudahnya aku beranjak bangkit, pamit ke kamar mandi lalu mandi lagi.Kubersihkan sekujur tubuhku dari sisa-sisa keringat dan sperma di burungku. Ibu mertuaku pun menyusul mandi tak lama kemudian.

Setelah peristiwa nikmat yang kedua di hari itu, hubunganku dengan Ibu mertuaku menjadi tambah mesra saja. 'Kuhajar' dia di mana saja, di kamar mandi, kamarnya, kamarku, dapur, dan di ruang tamu kalau suasananya mendukung. 

Kadang kalau lagi nafsu-nafsunya dia sering mengajakku bercinta secara kilat di mana saja dia mau. Sebenarnya aku berusaha menghindar untuk berkencan lagi dengannya, tetapi kita hanyalah manusia biasa yang terlalu mudah tergoda dengan hal itu.

Aku selalu terangsang dengan kemolekan tubuh, kemampuan oral, dan jepitan memeknya. Sebaliknya dia tergila-gila dengan tubuh atletis, ukuran burung, dan keperkasaanku di atas ranjang. 

Hubungan mesum kami terus berlanjut selama enam bulan ke depan, hingga akhirnya dia memutuskan pindah dari rumahku. Ibu mertuaku pindah ke rumah anaknya yang sulung, aku tahu maksudnya. Tetapi istriku tidak menerimanya dan berperasangka negatif bahwa dia tidak mampu menjaga ibunya yang satu itu.

Wanita Berumur 15 Tahun Di Perkosa 3 Orang Secara Bergantian | DETIKTOP

Wanita Berumur 15 Tahun Di Perkosa 3 Orang Secara Bergantian

Wanita Berumur 15 Tahun Di Perkosa 3 Orang Secara Bergantian

Detiktop - Sat Reskrim Polres Wonosobo menangkap 3 pelaku pemuda yang telah menculik seorang gadis yang masih di bawah umur berusia 15 tahun selama 2 hari. Selain di sekap, gadis malang ini berusia 15 tahun itu juga di perkosa oleh 3 pelaku ini berkali-kali untuk memuaskan nasfu bejatnya.

Peristiwa ini terjadi di kediaman salah satu pelaku di Kalikajar, Wonosobo Jawa Tengah. Bermula ketika si korban hendak berbelanja di Psar Kertek untuk membli sayuran dan lalu bertemu pelaku bermana AG yang masih dalam buronan.

Pada Tgl 20 Juni 2017 pagi, si korban berkenalan dan lanjut dengan bertukar dengan nomor hp. Sorenya, si korban mendapatkan SMS dari AG diajak bertemu. AG dan korban lalu bertemu, dan menyuruh korban membonceng motor menuju rumah pelaku lainnya berinisial AZ di Kalikajar, Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Suharjono melalui siaran pers pada detiktop.xyz (21/06/2017).

Rumah tersangka AZ diketahui kerap sepi karena kedua orangtuanya bercerai dan tinggal di luar kota. Di rumah AZ telah ada pelaku lainnya yaitu AS, MT dan AR. Korban langsung disuruh masuk kamar sementara 5 pelaku mengobrol di ruang tamu. Pada pukul 23.00 WIB, pelaku AG masuk ke dalam kamar dan melucuti baju korban. Karena kalah tenaga, korban tak kuasa melawan hingga akhirnya telanjang dan disetubuhi oleh pelaku AG

Korban pun tertidur pulas usai disetubuhi oleh AG karena lelah, dan pada pukul 03.00 WIB ia keluar kamar. Pelaku AG lalu menyuruh pelaku MT masuk ke kamar di mana korban tertidur dan lemas karena kecapaian sehabis dipaksa melayani nafsu AG.

MT pun masuk dan bergantian menyetubuhinya. Seolah tidak cukup dengan hal itu, 3 pelaku lainnya bergantian mencabuli korban meskipun tidak sampai menyetubuhinya. Malam harinya, pelaku AG kembali menyetubuhi korban sebanyak 2 kali hingga pada Kamis 30 Oktober pukul 10.00 WIB korban dipulangkan oleh pelaku AZ.

Sesampai di tempat korban, ternyata kedua orangtuanya sudah mengetahui hilangnya anak mereka. Korban yang dicecar pertanyaan dari orangtuanya lalu bercerita soal peristiwa keji yang ia alami selama 2 malam.

Orangtua korban tidak terima lalu lapor ke Polres Wonosobo. Penindakan dilakukan dan menangkap AZ, MT dan AS, sementara AG dan AR buron. Motif mereka menjawab terinspirasi video porno

Ketiga pelaku terancam Pasal 81 atau Pasal 82 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara. Kapolres Wonosobo melalui Kasubbag Humas Polres Wonosobo AKP M Taat Resdianto menyampaikan keprihatinannya atas kasus ini.

Baik korban dan pelaku kesemuanya di bawah umur. Tentunya ini menjadikan keprihatinan kita semua di mana anak di bawah umur mencabuli bahkan menyetubuhi rekan sebayanya. Untuk itu kami mengimbau kepada para orang tua untuk semakin meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai anak anak kita menjadi korban maupun pelaku kejahatan seperti ini

Kedepannya kita akan koordinasikan dengan dinas terkait untuk melaksanakan penyuluhan dan pembinaan terhadap anak di bawah umur untuk mengantisipasi kejadian seperti ini berulang.

Sabtu, 15 April 2017

Geger, Foto Mahasiswi ini Selfi Bugil Bersama Pacar Tersebar, Begini Pengakuannya

Sepasang Kekasih Selfie Bugil Di Kamar Dan Beredar di Sosmed
Sepasang Kekasih Selfie Bugil Di Kamar Dan Beredar di Sosmed
Detiktop - Jalinan cinta seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Samarinda berinisial EI, dengan pemuda berinisial HH berakhir di Polresta Samarinda. Gadis 21 tahun itu tak sanggup mempertahankan hubungan asmaranya karena kekasaran sang kekasih yang berusia 25 tahun.

Sering menerima perlakuan kasar HH yang kerap main tangan, EI memutuskan mengadukannya ke polisi. Bukan hanya perkara kekerasan, wanita ini juga mengadukan pencurian yang dilakukan kekasihnya itu, Rabu (29/3) lalu.

Entah bagaimana cerita sebenarnya, selama menjalin asmara EI dan HH rupanya memiliki kenangan bersama yang diabadikan dalam foto selfie. Bukan foto biasa, melainkan foto selfie bugil yang tersimpan dalam ponsel HH.

Diketahui, terdapat foto selfie bugil yang diabadikan HH. Opsnal Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap HH. Polisi dengan cepat memburu HH untuk mencegah foto bugil tersebut tersebar.

Sepekan menelusuri keberadaan pemuda yang beralamat di Jalan Damai, Kelurahan Sidodamai, Samarinda Ilir itu polisi akhirnya berhasil meringkusnya di salah satu konter ponsel di salah satu mal di Samarinda.

Dengan wajah bingung HH pucat dikepung sejumlah polisi berbaju sipil. Ketika ditanya HH tak berkelit, ia mengakui semua perbuatannya terhadap EI. Pengakuan HH langsung membuatnya dikeler ke mobil polisi. Ia diminta menunjukkan keberadaan ponsel dan laptop milik EI yang dicuri.

“Setelah barang bukti kami dapat, pelaku (HH, Red) langsung kami bawa ke Polresta Samarinda untuk diperiksa,” kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono melalui Kanit Jatanras, Ipda Noval Forestriawan kepada Sapos kemarin.

Ditanya mengenai kebenaran adanya foto selfie bugil. HH mengakuinya, namun ia meyakinkan jika foto tersebut telah dihapus. “Namun tetap kami lakukan pemeriksaan untuk lebih memastikannya. Karena memang sudah tidak ada maka kami hanya bisa memproses kasus penganiayaan dan pencuriannya saja,” terang Noval.

Noval menjelaskan, berdasarkan laporan resmi EI. Tindak kekerasan yang dilakukan HH terjadi di kamar kos EI di kawasan Jalan Perjuangan IX, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara. “Kekerasan yang dilakukan pelaku yakni memukul paha korban (EI, Red). Selain itu pelaku juga mengancam korban dengan menggunakan pisau dapur ketika melakukan kekerasan,” pungkasnya.

Minggu, 09 April 2017

Berhubungan Seks Dengan Memainkan 16 Lagu Bersama Pasangannya.

Berhubungan Seks Dengan Memainkan 16 Lagu Bersama Pasangannya.
Berhubungan Seks Dengan Memainkan 16 Lagu Bersama Pasangannya.
Detiktop - Jakarta Setiap adegan bercinta di beberapa film selalu dilengkapi dengan lantunan lagu seksi yang berhasil membuat tubuh merinding karena rangsangan seksual.

Bukan sebagai pelengkap, tapi beberapa studi juga menemukan efek mendengarkan musik sambil bercinta dapat menambah sensasi tertentu.

Melansir laman Marie Claire, Rabu (5/4/2017) sederet lagu pilihan berikut ini direkomendasikan bagi Anda dan pasangan untuk menikmati sesi bercinta nanti malam. Terlebih, 16 lagu ini cocok diputar saat pasangan melakukan doggy style.

1. "Yummy" - Gwen Stefani feat. Pharrell Williams

2. "Skin" - Rihanna

3. "Do Not Disturb" - Teyana Taylor feat. Chris Brown

4. "Kiss it Better" - Rihanna

5. "Collide" - Justine Skye feat. Tyga

6. "Meet Me in the Middle" - Jessie Ware

7. "Body Say" - Demi Lovato

8. "Adore" - Cashmere Cat feat. Ariana Grande

9. "Promise" - Ciara

10. "Come to Me" - Bjork

11. "Hotter than Hell" - Dua Lipa

12. "True Disaster" - Tove Lo

13. "Make You Feel" - Alina Baraz feat. Galimatias

14. "Good for You" - Selena Gomez feat. A$AP Rocky

15. "Body Party" - Ciara

16. "Leisure Suite" - Feist

Selasa, 04 April 2017

Polisi Mencari Keberadaan Buni Yani

Detiktop - Polisi Mencari Keberadaan Buni Yani
Detiktop - Polisi Mencari Keberadaan Buni Yani
Detiktop - Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menyatakan berkas perkara kasus dugaan dalam penyebaran kebencian dan hasutan dengan tersangka Buni Yani. Kini polisi sedang mencari keberadaan Buni Yani untuk pelimpahan yang bersangkutan dan barang bukti ke Kejaksaan.

" Kami saat ini sedang mencari keberadaan Buni Yani. Dan kami akan segera membuat surat panggilan , untuk kami hadapkan ke pihak Kejaksaan," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigjen Polisi Rikwanto di Markas Besar Polri.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Setia Untung Arimuladi mengungkapkan bahwa jaksa peneliti telah menilai bahwa perkara Buni Yani telah memenuhi syarat formal dan material tindak pidana. Selanjutnya , jaksa penuntut umum ( JPU ) menunggu pelimpahan tersangka dan barang bukti dari polisi. Kejaksaan telah menunjuk senior sebagai penuntut umum untuk membuktikan dakwaan terhadap Buni Yani. " Kami masih menunggu pelimpahan tahap dua," ujarnya.

Buni Yani di jerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik. Bila itu terbukti, maka Buni Yani terancam hukuman penjara 6 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar.

Buni Yani kini berurusan dengan hukum setelah mengunggah video pidato Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mengutip surat Al Maidah. Dan Buni juga mengaku mendapat video tersebut dari salah satu akun Facebook Media NKRI. Ungguhan dari Buni tersebut menimbulkan perdebatan netizen. Sebab, Buni menghilangkan kata 'pakai'. Dan ia juga sudah mengakui itu kesalahan dari dirinya.

Senin, 03 April 2017

Sidang Ahok kali ini tidak boleh di siarkan langsung

Detiktop - Sidang Ahok kali ini tidak boleh di siarkan langsung
Detiktop - Sidang Ahok kali ini tidak boleh di siarkan langsung
Detiktop - Usai sudah pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Kini giliran Ahok yang akan duduk di kursi pesakitan. Namun sidang tersebut tidak boleh di siarkan langsung oleh stasiun televisi manapun.

Pejabat Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara Hasolan Sianturi menjelaskan bahwa agenda sidang ke 17 ini merupakan pemeriksaan terdakwa beserta barang-barang bukti. Persidangan akan di gelar seperti biasanya , sebagaimana yang sudah di gelar sebelumnya.

Pada sidang dengan pemeriksaan saksi dan juga ahli , sidang kali ini dilarang disiarkan langsung. Namun kini agenda sudah berbeda, dan tetap tidak di perbolehkan disiarkan secara langsung. Sebab, baik sidang yang beragendakan mengenai pemeriksaan saksi maupun beragendakan pemeriksaan terdakwa, pada dasarnya sama-sama sidang yang berkategorikan acara pembuktian.

" Ini kan masih kategori pembuktian. Jadi ini sama dengan pemeriksaan saksi dan juga ahli. Pemeriksaan terdakwa juga termasuk dalam kategori pembuktian," ujar Hasolan.

Sikap Hakim Ketua Dwiarso Budi Santiarto masih belum berubah, yakni tidak mengizinkan live TV mengenai sidang Ahok. " Seperti itulah yang sudah di tetapkan oleh majelis hakim, agenda tidak di lakukan secara live," tutur Hasolan.

Hasolan menjelaskan bahwa , majelis hakim yang di pimpin oleh Dwiarso itulah yang bisa menentukan boleh atau tidaknya siaran langsung pada persidangan berikutnya. Namun yang jelas , agenda hari ini tidak akan disiarkan langsung.

Kamis, 23 Maret 2017

Di Sangka Penculik , 2 pemulung nyaris tewas di hajar masa

Di Sangka Penculik , 2 pemulung nyaris tewas di hajar masa

Di Sangka Penculik , 2 pemulung nyaris tewas di hajar masa
Di Sangka Penculik , 2 pemulung nyaris tewas di hajar masa
Detiktop - Isu penculikan anak benar-benar membuat masyarakat resah. Hingga masyarakat tanpa pikir panjang langsung menghakimi orang yang di duga penculik. Kali ini korbannya adalah dua orang pemulung di kabupaten Purwakarta. Jamal ( 50 Tahun ) dan Mandra ( 35 tahun ) yang nyaris tewas babak belur di hajar oleh sejumlah warga yang berada di pasar kaget di Desa Cicadas , Kecamatan Babakan Cikao. Beruntung polisi dan juga aparat desa berhasil menyelamatkan keduanya dari amukan warga sekitar.

" Itu hanya salah pengertian masyarakat yang mungkin merasa ketakutan dengan isu penculikan yang berkembang saat ini. Tapi mereka sebenarnya bukanlah penculik , melainkan hanya pemulung," ucap Kasatreskrim Polres Purwakarta AKP Agta Bhuwana di kantornya.

Kejadian tersebut bermula dari saat keduanya tengah bertengkar di tengah keramaian pasar malam. Salah satu petugas linmas ,Tabroni yang melihat pertengkaran tersebut mencoba untuk memisahkan keduanya , keributan tersebut akhirnya menyita perhatian dari para pengunjung di sekitar lokasi. Entah ada angin apa , tiba-tiba dari kerumunan warga terdengar teriakan penculik anak kepada kedua pria tersebut. Sontak saja para warga yang ada di sekitar lokasi tersebut bereaksi hingga menghajar kedua pemulung tersebut.

Baca : Melayani 2 Lelaki Ganteng Yang Bisa Memuaskan Napsu Birahiku

" Pas di pisahkan oleh linmas , tiba-tiba ada yang teriakin mereka penculik , jadi warga langsung emosi dan menghakimi mereka," jelasnya. Petugas linmas dan juga polisi yang baru datang di lokasi langsung bertindak menyelamatkan keduanya ke kantor desa. Namun , para massa masih kesal dengan kedua pria tersebut yang di tuduh penculi anak itu mengepung kantor desa.

" Akhirnya polisi yang bersenjata lengkap membawa keduanya menggunakan mobil di Polres Purwakarta untuk menghindari amukan dari massa," ucap Agta.

Menurut Kepala Desa Cicadas Sulaiman Purba mengatakan tuduhan warga terhadap keduanya sebagai penculik anak lantaran mereka membawa karung dan juga tali rapia. Penampilan keduanya tersebut menyerupai sosok penculik anak yang menjadi perbincangan masyarakat saat ini.

" Sehubungan rumor penculikan anak yang ramai di perbincangkan saat ini , mereka mengira orang yang membawa karung dan tali rapia tersebut adalah penculik anak. Padahalkan mereka cuma pemulung. Cuma  karena ada salah satu dari mereka membawa golok jadi sekaligus memancing emosi warga," katanya.

Di tangan keduanya , polisi mengamankan karung yang berisi tali rapia , telepon genggam dan sebilah golok. Saat ini keduanya berada di Mapolres Purwakarta untuk di mintai keterangan lebih lanjut.

Sabtu, 18 Maret 2017

Melayani 2 Lelaki Ganteng Yang Bisa Memuaskan Napsu Birahiku

Melayani 2 Lelaki Ganteng Yang Bisa Memuaskan Napsu Birahiku
Melayani 2 Lelaki Ganteng Yang Bisa Memuaskan Napsu Birahiku
Detiktop -  Perkenalkan nama saya Lisa, Di situs ini saya akan menceritakan pegalaman sex saya yang paling menakjubkan yang pernah saya alami dalam kisAghhh hidupku. Pokoknya para pembaca dijamin horny gila setelah membaca cerita sexs saya ini. Awal mula cerita ini terjadi setelah saya clubing. Saya, kakak saya dan 1 teman kakak saya ketika itu akan pulang, dan pada waktu itu kira-kira jam 03.00 pagi. Ketika itu disaat kami akan pulang, tiba-tiba ada seorang Pria yang datang menghampiri kami dan berkata,

“ Hey girl’s, masih jam segini masak iya mau pulang sih, gimana kalau kalian ikut saya dan cFirman tempat yang lebih private buwat have fun lagi. Oh iya Ada teman-teman saya yang siap have fun sama kalian hlo, gimana, minat nggak ? ” ucapnya lelaki itu.

Otomatis saat itu kami sejenak bengong dan kami saling melihat satu sama lain, lalu,
“ Eummm… Gimana geng pada minat nggak tOughhh sama tawaran cowok itu? ”, tanya Cindy kepala geng kami bertiga pada kami.

Saat itu saya hanya bisa diam saja, dan tiba-tiba Kakakku yang bernama Ratih tiba-tiba berkata padsaya,
“ Lisa, kamu udah sering ML sama pacar kamu yuk kita party lagi sama temen-temen abang itu ”, ucap kakakku.
“ Aghhh, kakak kog bisa tau sih, kakak kepoin saya yah?? ”, jawabku singkat.
“ Udah kamu nggk usah malu sama kakak Lis, udah umum kali Lis anak muda begitu ”, ucap kakakku.
“ Iya-iya deh kak, saya nurut aja sama kalian, hhe… ”, jawabku.
Kemudian setelah kami ber 3 setuju, Cindy-pun berkata,
“ Bang, kami setuju deh sama ide abang, Oh iya, ngomong-ngomong kawan-kawan Abang okey-okey nggak tu bang ? ” tanya Cindy kepada bang Romi.
“ Jelas dong, dijamin nggak bakal ngecewain deh. Oh iya Perkenalkan nama saya Romi ”, ucapnya sambil mengulurkan tangan.

Lalu kamipun saling berjabat tangan dan saling memperkenalkan diri, lalu bang Romi,

“ Yaudah kalian disini dulu yah, saya panggil teman-teman saya dulu deh ”, ucap Bang Romi.

Setelah Kira-kira setelah 5 menit bang Romy kembali dan datang bersama teman-temannya. sungguh kata-kata bang Romi benar, teman bang Romi ganteng semua guest ditambah lagi mereka bertubuh atletis semua. Jujur saja saat itu saya tertarik dengan bang Adon salah satu teman bang Romi, gemes banget deh saya sama dia. Bagi saya dia yang paling ganteng dan atletis, bodynya proposional banget deh pokoknya.

Singkat cerita setelah itu kamipun akhirnya saling berpencar dengan pasangan kami masing-masing. Saat itu Adon-pun mengajak saya ke apartemen milik temannya, saat itu sayapun bertanya,
“ Kog kita ke apartrment punya teman kamu sih, memangnya teman abang gak ada di apartemen apa ? ” ucapku basa-basi.

“ Jam segini temen aku belom pulang kali Lis ”, ucapnya.

Kemudian saat itu kamipun meluncur ke Apartement itu, kira-kira setelah 15 menit perjalanan kamipun sampai. Setelah sampai di apartement itu, kamipun duduk di sofa dan mulai membuka perbincangan,

“ Lis, kamu paling cantik deh diantara teman-teman kamu, pasti kamu yang paling muda yah” ucapnya.

“ Iya bener banget bang, asal Abang tau 2 teman aku tadi udah janda bang… hhe ”, ucapku.
“ Oh gitu ya, kok kamu bisa temenan sama janda-janda itu sih, memangnya kamu udah janda juga apa ? ” ucapnya.

“ Enak aja, Lisa belum nikah kali bang, salah satu janda-janda itu kakak Lisa bang ” ucapku.
“ Oughhh, kirain kamu janda juga,hhe… Walaupun kamau belom janda Kalau ML udah pasti pernahkan Lis ? Dan biasanya janda-jandakan suka cari cowok buwat pelampiasan sexsnya… hhe ”, ucapnya mulai memancing.

“ Eumm, ada deh Bang… hhe. Lisa baru kali ini ikut mereka bang, daripada tahun baru gini Lisa dirumAghhh bengong, mendingan ikutan mereka deh ” ucapku.

“ Lah, emangnya kamu nggak keluar sama cowok kamu, apa jangan-jangan kamu belum punya pacar ? ” tanya bang Adon pada saya.

“ Sebenarnya Lisa udah punya cowok sih Bang, cuma cowok aku itu ada acara kerjaan diluar kota,dan dia paling pulangnya besok bang ” jawabku.

“ Bener-bener deh cowok kamu itu, masak malem tahun baru cewek secantik kamu dianggurin, hhe… ”, ucapnya. “ Ya mau gimana lagi Bang, dia ada project yang mesti dia kerjain dan tanggal 2 mesti selesai kerjaanya, jadi terpaksa deh nggak bisa nemenin Lisa tahun baruan ” ucapku.

“ yaudah deh kalau emang begitu, biar Lisa sama aku aja tahun baruannya,hhe” ucapnya.
Tidak lama setelah kami berbincang, Bang Adon tiba-tiba dia mencium bibirku. Aku kaget juga karena serangan mendadaknya, tapi langsung saja kusambut ciumannya. kubuka mulutku dan dia langsung menyapu langit-langitku, kami berpagutan, saling balas. Sambil menciumnya, tanganku kulingkarkan ke badannya dan kupeluk dia, sementara dia meremas payudaraku dari luar.

Saat itu baju ketat yang kupakai membuat payudaraku tercetak dengan jelas dan menunjukkan kemontokkan payudaraku, dengan kedua tangannya ia terus meremas kedua payudaraku dengan penuh nafsu tanpa melepas ciumannya. Saya mendesah tertahan karena merasakan nikmat yang tak terkira. tubuhku dilanda fantasi nikmat yang membuat libido ku naik.

Remasannya yang kadang cepat dan melambat itu membuat nafsuku makin naik dan tak terkendali. dia melepas ciumannya tapi tidak menghentikan remasannya. Kini saya merapat ke dia sehingga tubuh kami sangat dekat, hal ini membuat dia makin mudah meremas payudaraku. dia sangat pintar dalam mempermainkan nafsuku, dia meremas payudaraku dengan keras tapi kemudian melambat, lalu cepat lagi.

Saat itu birahi sayapun meledak-ledak tidak karuan, sungguh nikmat sekali remasannya sehingga membuatku mendesah tak karuan,

“ Eummm… Ughhhh… Aghhhhh… enak… bang… terus Bnag… Sss.. Aghhh…” desahku.

Saat itu desahanku makin membakar nafsunya, lalu Bang Adon menyeretku ke kamar, dan dia melepas semua pakaiannya hingga telanjang. batang Penisnya sudah menegang pada ukuran maksimalnya. Dia memerintahkan untuk mengkulum penis-nya. Langsung saja kukulum batang Penisnya yang besar itu. Mula-mula kusapu ujungnya dengan lidahku sambil kukocok pelan dengan tangan kiriku,

“ Ssss… Aghhh… cepetan hisap Kontol aku Lis,” ucapnya mendesah nikmat.

Lalu kumasukkanlAghhh batang Penisnya kedalam mulutku lalu kuhisap sehingga pemiliknya merem-melek keenakan. Tidak seluruhnya batang itu masuk kedalam mulutku. Dengan tangan kananku, kukocok batang Penisnya yang tak masuk kedalam mulutku. kuisap batang Penisnya itu lalu kumaju-mundurkan batang Penisnya itu kedalam mulutku.

“ Aghhh… Oughhh… Ughhhh… enak Lis… kamu pintar yah lis nyeponya, Aghhh… ” desahnya keenakan.

Saat itu terus kuisap batang itu dan kumasukkan kedalam mulutku dan terus kukocok batang Penisnya yang tak masuk kedalam mulutku,

“ Aghhh… Aghhh… enak… ” dia terus mendesah menahan nikmatnya kulumanku.

Tampaknya dia sudah akan orgasme, batang Penisnya berkedut-kedut dalam mulutku, lalu sebuah lenguhan panjang keluar dari mulutnya, tangannya menahan kepala saya sehingga batang Penisnya masuk lebih dalam lagi, bersamaan dengan itu air maninya menyembur memenuhi mulutku,langsung kutelan air maninya dan kubersihkan batang Penisnya dari sisa-sisa air maninya.

Lalu dia-pun menarik batang penisnya keluar dari mulutku. Tiba-tiba saya mendengar suara,

“ Ehemmmm… aku pikir siapa, kamu tu Don nggak bilang-bilang dulu kalau bawa cewek, jadinya ginikan, hha… ” ucap teman Adon.

Saat itu saya kaget sekali karena kepergok ketika saya sedang mengulum batang Penis Adon. Lalu Adon-pun memperkenalkan aku kepada temanya tadi,

“ Oh iya Lis, kenalin dia Firman temanku, dan Ini Lisa Fir temanku,hhe ” ucap Adon kepada temanya.

Kemudian saya-pun sejenak melepas kulumanku dan berjabat tangan dengan Firman. Saat itu keadaanku masih belepotan dengan air maninya Adon yang meleleh keluar ke mulutku.

“ Sore ya Don, udah ganggu kamu, yaudah lanjutin deh, have Fun ya Don, Lis ”, ucap Firman sambil keluar kamar.

Tanpa menjawab Adon, langsung meremas payudaraku lagi. Saya kaget sehingga saya mendesah keras.

“ Aghhhhh… Aghhhh… ” dia menarik ku ke kasur dan dalam posisi duduk berhadapan dia melumat bibirku sambil meremas payudaraku.

Saat itu aku makin tak terkendali dan kubalas tiap ciumannya. Tangan dia menelusup kebalik kaos ku dan meremas payudaraku yang terbungkus Bra warna putih. Dia melepas ciumannya dan melepas kaos ketatku, tangannya lalu menggapai punggungku dan melepas kaitan bh ku, lalu melempar bh 34 C itu,sehingga payudara montokku yang putih mulus dengan pentil yang agak merah itu terlihat jelas.

Kemudian Adon-pun langsung membenamkan kepalanya diantara kedua payudaraku,
“ Oughhh… Aghhh… Eummmh… ” Aku mendesah menahan nikmat.

Saat itu Adon mengenyot payudara kananku dan meremas payudara kiriku sambil terkadang mencubit pentilnya. Kenyotannya yang kasar itu membuatku merasa tak enak, payudaraku sedikit terasa sakit.

“ Oughhh… Oughhh… terus… eumhhh… Oughhhh…” saya mendesah lagi.
Adon makin bernafsu untuk mengenyot payudaraku, sedangkan tangannya tak berhenti meremas payudara ku yang tak dikenyotnya. Setelah puas menyusu payudara kananku, Adon langsung mengenyot payudara kiriku, kenyotannya semakin liar dan remasannya-pun makin tak karuan.

“ Oughhh… Eumhhh… Ssss… Aghhhh… .enak… eumhhh… terus bang… Aghhh…” desahku.

Karena kenyotannya yang membuatku merasakan nikmat yang tak terbayangkan. Sambil mengenyot, dia memilin pentilku yang tak dikenyotnya. Setelah 10 menit mengenyot payudaraku, dia berhenti mengenyot lalu memilin kedua pentilku sehingga libidoku semakin naik dan makin meledak-ledak. Puas bermain dengan payudaraku, dia langsung melepas celana dan celana dalam yang kupakai sehingga saya dan dia telanjang.

Lalu dia langsung merebahkan aku di kasur. Saat itu aku merasa Vaginaku sudah sangat basah. Lalu kurasakan ada jari yang bermain disana dan bergerak maju-mundur.

“ Oghhh… Ughhh… Ssss… Aghhh… Eummmm… ” Saya mendesah karena tak tahan setiap diperlakukan seperti itu.

Setelah puas menyodokku dengan jarinya, Adon langsung mengarahkan batang Penisnya. dia menggosok-gosokkan batang Penisnya pada bibir Vaginaku sehingga saya kelojotan menahan nikmat,

“ Aghhh… Aghhh… ayo bang… Ughhhhh… ” sambil mendesah saya memegang batang Penisnya lalu mengarahkannya kedalam Vaginaku.

Kemudian Adon langsung menyentakkan batang Penisnya sehingga batang Penisnya masuk kedalam Vaginaku. Kakiku kini melingkFirman pinggulnya. dia yang sudah penuh nafsu itu langsung menggoyangkan pinggulnya, mula-mula pelan. Gesekkan batang Penisnya didalam Vaginaku membuatku merasa nikmat,

“ Aghhh… Aghhh… ayo bang… Ughhhh… genjot… yang… cepet… Aghhhhh ”, desahku.
Karena mendengar desahanku itu, dia langsung meningkatkan kecepatannya sehingga goyangannya sangat cepat. Terdengar bunyi berdecak setiap batang Penisnya menusuk Vaginaku. Banyaknya cairan pelumas dalam Vaginaku membuat batang Penisnya leluasa bergerak,

“ Oughhhh… Aghhhh… Oughhhhhhh… enak Bang… Ughhhh… ”, desahku lagi.
Saya benar-benar merasa sangat puas. dia terus menggenjotku dengan posisi itu, bahkan goyangan pinggulnya makin lama makin cepat. Seluruh badanku bergetar seirama genjotannya yang cepat. Payudaraku bergerak naik turun, melihat itu dia makin bernafsu, ia langsung mencaplok payudara kiriku dan meremasnya dengan gemas, goyangan pinggulnya juga semakin cepat,
“ Ughhhh… Oughhh… Ughhhh… Ughhhh… Ughhhhhh… enak… Eummm… ”, desahku.

Genjotan Penis Adon yang begitu cepat itu membuatku mendesah keenakan. Nafsunya sepertinya juga makin tak terkendali, genjotannya makin cepat sambil terus meremas payudara kiriku dengan kasar. Kurasakan batang Penisnya berkedut-kedut dalam Vaginaku, lalu menyemprotkan air maninya kedalam Vaginaku, dan dia melenguh panjang. Setelah mendapatkan orgasme pertamanya dia berhenti menggenjotku sebentar.
“ Nikmat sekali bang… ” ucapku.

Sejenak Adon mengatur nafasnya, saya yang belum puas memegang tangannya dan meletakkannya di payudara kananku, saya masih ingin dipuaskan oleh remasannya. dia-pun langsung meremas payudara kananku, dan tangan satunya meremas payudara kiriku. Kini, kedua payudaraku diremasnya dengan sangat gemas. Dapat kurasakan pentilku sudah mengeras karena terus di kenyot, dan nafsukupun sudah tak terkendali.

Setelah batang Penisnya mengeras lagi dia menghentikan remasannya dan mengganti gaya. Saya langsung mengarahkan Vaginaku dan dalam satu hentakan, batang Penisnya menancap dalam Vaginaku. Kugoyangkan pinggulku. Dalam posisi ini dia mudah meremas payudaraku. Dia menikmati goyangan pinggulku sehingga ia mendesah-desah keenakan.

Tangannya mengelus setiap lekuk tubuhku lalu kedua tangannya berhenti di payudaraku. Ia mengelus kedua payudaraku sambil menyibakkan rambutku yang menutupi payudaraku. Rabaannya membuatku geli. Ia meraba-raba payudaraku lalu memilin kedua pentilnya sehingga membuatku seperti tersengat listrik. Sambil sedikit medesah saya terus menggoyangkan pinggulku.

Sedangkan dia masih senang bermain-main dengan kedua pentilku yang sudah mengeras itu, dia mencubit dan memilin-milin pentilku.
“ Aghhh… Aghhh… pentil kamu indah sekali Lis… ” ucapnya.

Permainannya pada pentilku membuat nafsuku makin meledak, kugoyangkan terus pinggulku sedangkan dia kini meremasi kedua payudaraku. Saya merasa saya akan mendapatkan orgasmeku sebentar lagi. Terus kugoyangkan pinggulku dengan cepat, payudaraku yang terus diremas itu membuatku merasakan nikmat tak terbayangkan, kurasakan pentilku sudah keras dan payudaraku basah terkena liur dan keringat.

Saat itu tubuhku sudah basah kuyup karena keringat. Kupejamkan mataku sambil terus menggoyangkan pinggulku, terus kugoyangkan lalu,
“ Aghhhh… ”.

Saya mengerang panjang, tubuhku menggelinjang dan cairan kenikmatan membanjiri Vaginaku, saya mendapatkan orgasme pertama saya, lalu dia menyusul beberapa menit kemudian. Tubuhku sangat lemas sehingga tubuhku ambruk, dia menopangku.

Ia menarik batang Penisnya dari Vaginaku, lalu mengatur posisi doggy style, kedua tanganku bertumpu pada kasurnya.

Kemudian dia langsung menusukkan batang Penisnya dari belakang tapi tak langsung menggenjotku untuk memberiku kesempatan mengatur nafas, setelah gelombang orgasmeku reda saya langsung memintanya untuk menggenjotku. dia pun mulai menggoyangkan pinggulnya secara perlahan, Dalam posisi ini kedua payudaraku menggelantung.

Seperti biasa, dia langsung meremas payudara montok ku sambil terus menggoyangkan pinggulnya, kini dia menggoyangkan pinggulnya dengan cepat, remasannya pun makin cepat, “ Oughhh… Ssss… Aghhh… ”, desahku.

Ditengah permainan sexs kami, tiba-tiba kudengar pintu kamar terbuka, ternyata Firman tak tahan mendengar desahanku barusan. Kemudian Firman-pun langsung menyodorkan batang Penisnya didepan mulutku. Kini saya harus melayani dua batang sekaligus. Adon terus menggenjotku dari belakang dan tangannya tak pernah berhenti meremas payudaraku.

Kecepatan sodokan Penis Adon kini-pun meningkat, demikian pula dengan remasannya makin liar. Saat itu saya juga mengulum batang Firman sehingga pemiliknya merem melek keenakan. Kumasukkan batang itu dalam mulutku sambil kuisap, Firman menggerakan pinggulnya maju mundur agar saya tak repot memaju-mudurkan kepala saya.

Aku menghisap batang Penisnya itu sampai pemiliknya mendesah keenakan dia tampaknya akan mendapatkan orgasmenya, dia menggoyangkan pinggulnya dengan cepat sambil terus meremas payudaraku yang sudah basah sekali itu. Saya masih menikmati mengulum batang Firman. Setelah 10 menit dalam gaya doggy style dia akhirnya melenguh panjang, goyangannya terhenti dan Adon menusukan batang Penisnya lebih dalam.

Saat itu tidak lupa Adon juga meremas payudaraku kuat-kuat. Air maninya kembali memenuhi Vaginaku dan meluber ke selangkanganku. Dia langsung mencabut batang Penisnya dan beristirahat, sedangkan saya masih mengulum batang Firman. Terus Kumasukkan batang Penisnya dalam-dalam sambil kusiap sambil kukocok batang Penisnya yang tak seluruhnya masuk dalam mulutku,
“ Oughhh… Aghhh… Lis… aku sebentar lagi keluar nih…”, ucap Firman.

Saat itu saya terus mengulum batang Penisnya sambil mengocoknya pelan, lalu air maninya menyemprot didalam mulutku langsung kuisap dan kutelan air maninya. Firman langsung mencabut batang Penisnya dari mulutku, lalu melepas bajunya sehingga dia telanjang bulat. Rupanya dia juga ingin mencicipiku juga, padahal saya sudah lemas karena melayani Adon sangat lama.

Saat itu Firman duduk dilantai dan bersandar pada dinding, saya duduk dipangkuannya membelakanginya. Dengan mudah, batang Penisnya yang basah terkena liurku itu memasuki Vaginaku. Saya menggoyangkan pinggulku, saya sudah sering melihat gaya ini dalam Film porno yang sering kutonton untuk masturbasi. Mulailah aku menggoyangkan tubuhku naik-turun.

Saat itu batang Penis Firman mulain menghujam Vaginaku, dan Firman meraba payudaraku dari belakang sambil mendesah-desah keenakan. Saya terus menggoyangkan tubuhku naik turun, Firman kini memainkan payudaraku sambil memilin-milin kedua pentilku yang sudah keras sekali itu,
“ Oughhh… Sssss… Aghhh… Ughhhh… ” saya mendesah keenakan sambil terus mengoyangkan tubuhku.

Sungguh saat itu saya sudah sangat lelah, sehingga saya-pun menghentikan goyanganku. Ternyata Firman saat itu mengerti, kemudian dia langsung menggoyangkan pinggulnya dengan cepat sedangkan tangannya meremasi payudaraku, “ Oughhh… Ssss… Aghhh… enak… terus… Ughhhhh” saya mendesah keenakan.

Desahanku itu ternyata membuat nafsu Adon bangkit lagi dia mendatangiku yang saat itu berada dipangkuan Firman, dan,
“ Lis ,kocokin kontol aku dong, aku sangek lagi nih… ” ucap Adon.
Saat itu ingin saya melakukan Hand Job, dengan tangan kananku akupun mengocok batang Penisnya yang sudah menegang itu,

“ Sssss… Aghhh… Oughhh… enak Lis… ” ucapnya sambil merem melek keenakan.
Saat itu Firman terus menggoyangkan pinggulnya dengan cepat sambil menciumi leherku, remasannya pun makin liar. Saya masih mengocok batang dia dengan cepat. Kami terlarut dalam pesta sexs yang sangat nikmat itu.

“ Aghhh… Aghhh… Lis… mau keluar nih… masukkin kemulut yah !!! ”, kata Adon.
Kemudian aku membuka mulutku dan kuarahkan batang Penisnya kedalam mulutku lalu tersemburlah air mani Adon memenuhi mulutku. Air mani Adon-pun langsung kutelan begitu saja. Sementara itu Firman masih terus menggenjotku sambil menciumku dan meremas-remas payudaraku dengan gemas,
Goyangan pinggul Firman makin cepat remasannya makin ganas. 

Ia menggoyangkan pinggulnya sambil meremas payudaraku dan mencium bibirku kami berpagutan, menumpAghhhkan seluruh nafsu dan hasrat kami. Ciuman itu membuat nafsu ku bangkit lagi dengan cepat, tanpa sadar saya juga menggoyangkan pinggulku. Merasa tenaga dan nafsuku sudah bangkit, Firman mengentikan goyangannya.

Kini saya menggoyangkan pinggulku dengan cepat. Keringat memabasahi tubuhku. Payudaraku juga sudah sangat basah karena liur bercampur keringat. Firman menghentikan remasannya, nampaknya Firman saat itu ingin mengistirahatkan tangannya yang tadi meremas payudaraku. Lalu Adon kembali mendatangiku,

“ Ayo jepit Lis… ”, ucap Adon.

Rupanya dia ingin saya melakukan breast fucking kesukaannya. Sebenarnya Agak susah melakukannya karena saya harus menggoyangkan pinggulku. Kujepitkan batang Penisnya dengan payudaraku lalu kugerakkan naik-turun. Firman mengentikan goyanganku, tangannya menahan pinggulku, tampaknya dia juga tak ingin cepat-cepat keluar, lalu,

“ Din, kamu enak banget deh! Apalagi payudara kamu kenyal dan montok banget… ” kata Firman sambil tertawa puas.

Sayapun saat itu meneruskan pekerjaanku, mulailah aku menaik turunkan jepitanku. batang Penisnya itu terjepit erat oleh payudara montok saya,

“ Aghhh… Aghhhh… Aghhh… bentar lagi nih Lis… Ughhhhhhh… ” ucap Adon.
Batang Penisnya kembali memuntahkan cairan kental berwarna putih itu sehingga mengenai leher dan payudaraku. Kulepaskan jepitanku, dia duduk di kasur untuk mengatur nafasnya, dengan menggunakan jariku, kuambil air maninya yang mengenai leher dan payudaraku dan langsung kuhisap. Firman langsung melanjutkan genjotannya, lalu digoyangkannya pinggulnya dengan sangat cepat

“ Aghhh… Aghhh… enak… Oughhh… terus genjot… Oughhhh… ” saya mendesah menikmati genjotannya.

Dengan tangan kananku, kuraih tangan kanan Firman lalu meletakkannya di payudara kanan ku, lalu menyusul tangan kirinya kuletakkan di payudara kiriku. Mula-mula ia meraba kedua payudaraku lalu meremasnya dengan sangat gemas. 

Sambil meremas dan menciumku dia meningkatkan kecepatannya, goyangan pinggulnya terasa makin cepat, nafasnya juga makin memburu.

Firman sepertinya akan mendapatkan orgasmenya. Goyangan pinggulnya makin cepat dan remasannya pun tak pernah berhenti bahkan makin kasar nafasnya pun makin memburu. Saya mencoba menaikkan nafsunya dengan mendesah.

“ Oughhh… enak bang… terus… remes… genjot terus bang… Ssss… Aghhh… ” Desahanku yang barusan benar-benar membuat nafsunya makin tak terkendali.

Sambil mencium bibirku dan meremas payudaraku, dia tak berhenti menngenjotku, bahkan makin lama makin cepat, kurasakan batang Penisnya menusuk dalam dan goyangannya makin cepat, remasannya makin keras dan kasar, lalu sebuah lenguhan panjang keluar dari mulutnya, ia mencubit kedua pentilku dengan keras, bersamaan dengan itu, air maninya membanjiri Vaginaku.

Setelah itu, ia menarik batang Penisnya dan berhenti sebentar untuk mengatur nafas.

Saya tau kalo Firman tak akan puas dengan satu gaya saja. Ia masih merebahkan badannya untuk mengatur nafasnya. Kudatangi dia dan langsung kuarahkan batang Penisnya kedalam Vaginaku. Cairan pelumas Vaginaku membuat batang Penisnya mudah menerobos Vaginaku,

“ Hebat sekali kamu Lis, udah berapa kali main masih belum puas juga kamu, ” ucapnya sambil tersenyum puas.

Tanpa buang waktu, aku mulai menggoyangkan pinggulku. Kuraih kedua tangannya lagi lalu meletakkannya pada kedua payudaraku. “ Belum puas diremas ya? ”, ucap Firman lagi,
“ Ssss… Aghhh… i… iya bang… remesin bang… ” kataku dengan nafas memburu.

Firman-pun langsung meremas kedua payudaraku pelan-pelan. Saya suka dengan posisi ini karena cowok yang kulayani bisa meremas payudaraku dengan mudah. Saya menggoyangkan pinggulku dengan cepat, sementara Firman meremas payudaraku pelan, tampaknya dia tau saya suka kalo payudaraku diremas, jadi dia mempermainkan nafsuku dengan meremas payudaraku pelan-pelan.

Nafsuku semakin naik tak terkendali. Kugoyangkan pinggulku dengan kecepatan tinggi sambil terus mendesah keenakan. Perlahan-lahan remasan Firman makin cepat, saya yang sudah dikuasai birAghhhi ini makin mempercepat goyangan pinggulku dan mendesah tak karuan, Firman seperti terpengaruh dengan goyanganku, remasannya makin kasar,
“ Ughhh… Aghhh… Agh… Agh.. Ughhh.. Shittt… Aghhh… ” saya mendesah keenakan sambil terus kupacu goyanganku.

Firman sangat menikmati pelayananku ini, terlihat dari desahannya yang menahan nikmat itu, kini Firman tampaknya sudah puas meremas payudaraku dan kali ini ia memilin kedua pentilku sehingga nafsuku naik turun dan badanku seperti tersengat listrik setiap dia memilin pentilku yang sudah keras itu. Saya yang sudah 10 menit dalam posisi itu merasa akan mendapatkan orgasmeku sebentar lagi.

Lalu terus kupacu goyanganku lebih cepat, Firman pun sepertinya sama, kontraksi antara diniding Vaginaku dengan batang Penisnya membuatnya keenakan, Firman juga sesekali menggerakkan pinggulnya agar batang Penisnya bisa lebih menusuk Vaginaku. 

Kupacu terus goyanganku sedangkan Firman yang sudah dekat orgasme itu juga ikut menggerakkan pinggulnya,

“ Aghhh… Aghhh… terus Din… ” Firman mendesah keenakan.
“ Ughhhh… Aghhh… bang… Aghhh… ” Saya mendesah panjang.

Saat itu sensasi nikmat mengalir keseluruh tubuhku, saya sangat kelelahan setelah melayani 2 orang dalam waktu yang lama, tapi tiba-tiba saya merasa tubuhku seperti tersengat listik, Firman mencubit keras-keras kedua pentilku sambil melenguh panjang, dan lagi-lagi cairan air mani memenuhi Vaginaku. Firman menopang tubuhku yang sudah lemas itu lalu menarik batang Penisnya dari Vaginaku.

Saya pikir dia sudah puas dan ingin istirAghhhat tapi di malAghhh ingin mencoba gaya lain,
“ Lis, kita ganti gaya yah ”, kata Firman.
Kemudian Firman-pun mengatur posisi denga gaya doggy style lagi. Saat itu saya sudah sangat lemas masih harus melayaninya dalam posisi doggy style yang melelahkan itu. Karena ingin cepat selesai kuturuti saja keinginannya. Tangan dan kakiku bertumpu di kasur. Firman langsung menerobos Vaginaku dari belakang. Tak seperti dia yang memberiku kesempatan bernafas.

Firman langsung menggenjotku dengan cepat, banyaknya cairan pelumas dan air mani dalam Vaginaku membuat batang Penisnya gampang bergerak. Goyangan pinggulnya yang sangat cepat itu menyebabkan bunyi berdecak setiap batang Penisnya menghujam Vaginaku. Tampaknya Firman sangat menyukai Vaginaku. Sambil menggoyangkan pinggulnya, tangannya menelusuri setiap lekuk tubuhku.

Dari leher, dia mengelus pundakku, dada, pinggang, pinggulku, lalu dia meraba-raba kedua payudaraku yang menggelantung itu. Dia tidak meremas payudaraku, tapi hanya merabanya saja. Nafsu Adon tampaknya sudah bangkit lagi, dia mendatangiku dan memintsaya untuk mengulum batang Penisnya, kubuka mulutku dan batang Penisnya pun masuk kedalam mulutku.

Kuhisap batang Penisnya kuat-kuat sampai pipiku kempot, dia memaju-mundurkan pinggulnya agar batang Penisnya dapat keluar-masuk mulutku dengan leluasa,

“ Aow… Ughhh… ”, saya mendesah kencang karena tiba-tiba Firman mencubit pentilku kuat-kuat.
“ Aghhh… pelan… pelan dong kalo nyubit… ” kata saya pada Firman.

“ Iya, iya Lis, Maaf ya Lis, habis ngegemesin sih pentil kamu… ” balas Firman sambil terus menggenjot dan memilin-milin kedua pentilku.

Adon menarik kepala saya dan mengarahkannya pada batang Penisnya, langsung ku lanjutkan kulumanku. 

Firman tampaknya tak ingin cepat-cepat orgasme, dia memelankan goyangannya. dia terus memaju-mundurkan pinggulnya menusuk Vaginaku. Kuisap batang Adon itu didalam mulutku sehingga ia merem-melek keenakan. Goyangan Firman perlahan-lahan makin cepat,
“ Aghhh… Lis… aku mau keluar nih… isep a… Aghhh… ”, ucap Adon.

Adon mendapat orgasmenya lagi, air maninya langsung kutelan sehingga tak ada yang tercecer keluar dan langsung kubersihkan batang Penisnya dari sisa-sisa air maninya. Firman makin meningkatkan kecepatannya, nafasnya makin memburu dan meracau tak jelas, kurasa dia akan segera mendapatkan orgasmenya. Sambil terus menggenjotku, kedua tangannya kini meremas kedua payudaraku dengan penuh nafsu.

Nafsuku seakan-akan meledak lagi, rasa lemas yang kurasakan hilang dan kini kurasakan rasa puas yang seperti akan meledak. Firman mempercepat goyangannya lagi hingga tubuhku bergetar kencang, dia juga meremas payudaraku kuat-kuat lalu sebuah lenguhan panjang terdengar dari mulutnya. Dapat kurasakan cairan hangat mengisi Vaginaku. Tidak lama kemudian akupun menyusulnya,

“ Oughhhh… Aghhhhhhhhhhhhh….. ” Saya mendesah panjang dan seluruh tubuhku merasakan gelombang nikmat.

Setelah orgasmenya selesai, Firman langsung menarik batang Penisnya, dia terlihat sangat puas. Saya juga merasakan kepuasan yang tak terlukiskan. Firman beristirahat dan mengatur nafasnya. Tubuhku sudah sangat basah terkena keringat, aroma air mani yang menyengat juga tercium dari tubuhku. Saya bangkit dan jalan ke kamar mandi yang ada di kamarnya,

“ Mau kemana kamu Lis ? ”, tanya Firman.
“ Aku mau mandi Bang ”, jawabku singkat.

Saya masuk kedalam kamar mandi yang cukup lebar itu dan membasahi tubuhku dengan shower, tapi tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, ternyata Adon dan Firman masuk,
“ Kita juga mau mandi, mendingan bareng aja.” ucapnya.

Kemudian kami ber 3 membasahi diri dengan air dari shower yang mengalir deras, Dan kamipun mandi sembari melakukan ciuman secara bergantian. Singkat cerita kamipun selesai mandi, dan kami ber 3 pun mulai mengenakan pakaian kami masing-masing. Setelah melakukan hubungan sexs yang begitu hebatnya nampaknya kamipun lelah.

Kemudian kami pun rebahan dan tertidur pulas. Sungguh pengalaman sexs yang sangat luar biasa bagiku. Walaupun aku lelah namun aku senang sekali. Terima kasih Bang adon dan Bang firman. 

 
Super Kawaii Cute Cat Kaoani