Bonus Deposit Hingga 50% untuk semua member, syarat dan ketentuannya sangat mudah , banyak permainan yang tersedia seperti tembak ikan online , adu banteng , sabung ayam , sportsbook , casino online , poker online , togel online dan masih banyak lagi.
>

POKERPLAY338

Pokerplay338 merupakan agen poker indonesia yang menyediakan berbagai permainan poker , di dalam Poker Perdana tidak ada bot dalam game tersebut atau murni semua pemain. Kami akan membantu anda jika mengalami kendala dalam permainan Poker Online 24 jam di setiap harinya.

POKERPLAY338

Agen Poker IDN Indonesia seperti Joker338 merupakan situs judi poker uang asli yang memiliki 6 jenis game dalam 1 ID diantaranya Texas Holdem Poker , Live Poker, Ceme , Ceme Keliling , Domino dan Capsa Susun.

Agen Poker IDNPLAY

pokerplay338 merupakan agen poker live pertama di indonesia dengan berbagai permainan yang menarik , Bandar Poker Uang Asli mendukung layanan bank lokal seperti BCA , BNI , BCA , MANDIRI Dan CIMB NIAGA.

JOKER338 | BANDAR SBOBET RESMI INDONESIA

Joker338 merupakan salah satu agen bola terpercaya indonesia yang mempunyai berbagai produk judi online seperti SBOBET , MAXBET , CALIBET , TEMBAK IKAN , ADU BANTENG , TOGEL ONLINE , POKER INDONESIA , SABUNG AYAM dan masih banyak lagi.

JOKER338 | AGEN JUDI TEMBAK IKAN ONLINE

Joker338 satu-satunya agen bola indonesia yang berani memberikan bonus deposit hingga 10% setiap minggunya dan hampir di semua permainan juga mendapatkan bonus deposit , seperti contohnya bonus deposit untuk permainan sportsbook sebesar 50%.

< ;
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 April 2017

Prabowo Salah Ngomong, Malah Mendukung Ahok Untuk Menjadi Gubenur DKI Jakarta

Prabowo Salah Ngomong, Malah Mendukung Ahok Untuk Menjadi Gubenur DKI Jakarta
Prabowo Salah Ngomong, Malah Mendukung Ahok Untuk Menjadi Gubenur DKI Jakarta
Detiktop - Sebuah media ternama detik.com memberitakan sebuah berita mengejutkan. Bagaimana tidak pada media tersebut memuat judul, Prabowo: Demi Masa Depan, Ahok Cukup 1 Periode Saja.

Ini bisa disebut tragedi selip lidah. Karena Ahok belum pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta 1 periode. Baru jalan setengah periode, itu pun ‘lungsuran’ pak Jokowi.

Berikut kutipan link detik.com



Ketua Umum DPP partai Gerindra, Prabowo Subianto menghadiri deklarasi dukungan pada Anies-Sandi dari Komunitas Kristiani Interdenominasi Gereja DKI Jakarta. Dalam sambutannya, Prabowo meyakinkan alasan Anies-Sandi wajib dipilih.

“Justru masih beberapa hari, saudara saya minta datang ke seluruh komunitas Kristiani, yakinkan kepada mereka, bahwa Anies dan Sandi adalah putra terbaik kita, dan saya kira demi masa depan yang baik, saya kira Ahok cukup satu periode sajalah,” ujar Prabowo saat sambutan di Wisma Serbaguna Senayan, Jalan New Dhelhi, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2017).

Prabowo mengatakan masyarakat harus waspada menjelang 7 hari Pilkada putaran kedua. Ia juga mengingatkan agar semua pihak mewaspadai kecurangan pada pencoblosan nanti.

“Saudara-saudara sekalian yang kita waspadai adalah kecurangan, saya sering cerita tradisi seorang di mana-mana, di rakyat kita ini kan mengakar, kita kadang-kadang main sepak bola aja curang, iya kan,” ujarnya.

Prabowo juga mengapresiasi deklarasi ini. Menurutnya deklarasi ini adalah bukti bahwa ada pula masyarakat Kristiani yang menyukai Anies-Sandi.

“Kalian hari ini membuktikan tidak benar bahwa semua masyarakat Kristiani tidak suka sama Anies dan Sandi, kesimpulannya adalah bahwa kita perlu pemimpin baru kita perlu pemimpin-pemimpin yang baik yang sopan, santun, pintar, tapi tidak sombong,” tutupnya.

Jumat, 14 April 2017

Menurut NU pengusiran terhadap Djarot sangat memalukan

Menurut NU pengusiran terhadap Djarot sangat memalukan

Detiktop - Menurut NU pengusiran terhadap Djarot sangat memalukan
Detiktop - Menurut NU pengusiran terhadap Djarot sangat memalukan
Detiktop - Intelektual muda Nahdlatul Ulama ( NU ) Zuhairi Misrawi menilai bahwa pengusiran terhadap calon gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dari masjid Al-Atiq di Tebet sebagai tindakan yang sangat memalukan , menurut dia , hal itu sangat tidak sesuai dengan akhlak Islam yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW.

Dia juga menambahkan , bahwa Nabi Muhammad SAW pun pernah menerima tamu dari umat Kristen Najran di Masjid Madinah. Hal ini menunjukan perbedaan agama bukanlah halangan untuk tidak menghargai tamu yang mau datang ke masjid.

" Dia kan Cawagub Djarot seorang muslim taat , hendak melaksanakan salat Jumat. Ia juga kader NU tulen, dan berjasa bagi umat Islam di Jakarta. Tapi kok bisa-bisanya diteriakin dan diusir dan masjid. Saya pribadi memandang , politisasi masjid sudah masuk ke dalam kategori meresahkan dan juga mengkhawatirkan," ujar Zuhairi.

Ia juga menilai bahwa harus ada tindakan tegas terhadap pengurus Masjid Al-Atiq. Apalagi, pengurus secara terang-terangan membiarkan adanya kampanye dalam masjid. " Jika kita melihat aturan, jelas sekali ada larangan keras agar tidak menggunakan rumah ibadah, termasuk masjid sebagai tempat kampanye dan melakukan diskriminiasi karena perbedaan sikap politik dalam pilkada. Jadi, Panwaslu harus segera mengambil tindakan keras," jelasnya.

Ia khawatir jika tindakan pengusiran tersebut terus dibiarkan, radikalisme di Jakarta akan semakin menguat. Menurut dia, tindakan seperti itu harus segera di selesaikan, bila tidak ingin Jakarta seperti Mesir di masa lampau. Ketika itu , masjid di kuasai kaum radikal yang mudah di tunggangi oleh kepentingan politik tertentu.

Bandahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) Falah Amru juga mengecam keras atas tindakan pengusiran terhadap Djarot. Menurut dia , orang yang mengusir orang yang mau beribadah di masjid sama saja dengan menghina Islam.

" Pengusiran itu adalah bentuk dari politisasi masjud. Yang dilakukan oleh orang-orang yang mengatasnamakan agama. Islam yang sebenarnya tidak seperti itu. Jika memang tidak suka yang tidak usah memilihnya di pilgub. Tetapi jangan kemudian bersikap malah menghina agama , Islam tidak pernah mengajarkan seperti itu," ucapnya.

Pada saat Djarot sedang menjalankan salat Jumat di masjid itu , mulanya tidak ada masalah. Saat baru tiba, para jemaah menyambut hangat kedatangan Djarot. Beberapa diantara mereka malah bersalaman dan mengajak foto bersama.

Sampai salat Jumat selesai , suasana masih kondusif. Djarot kemudian keluar meninggalkan masjid. Saat itu , kondisi masjid terdengar begitu ramai dengan teriakan.

Sejumlah jemaah meminta Djarot untuk segera meninggalkan masjud sembari mengumandangkan takbir. " Allahu akbar, Allahu akbar," seru para jemaah. Namun Djarot tidak menggubris teriakan tersebut. Dia lantas bergegas meninggalkan masjid, sesekali Djarot melemparkan senyuman kepada yang meneriakinya. Ia juga sempat menerima ajakan beberapa warga untuk foto bersama.

Kamis, 13 April 2017

Pembentukan FPI di Semarang ditolak massa dan digagalkan polisi

Pembentukan FPI di Semarang ditolak massa dan digagalkan polisi

Detiktop - Pembentukan FPI di Semarang ditolak massa dan digagalkan polisi
Detiktop - Pembentukan FPI di Semarang ditolak massa dan digagalkan polisi
Detiktop - Front Pembela Islam ( FPI ) rencananya akan membuka cabang mereka di Kota Semarang. Namun hal itu gagal karena sejumlah ormas melakukan penolakan. Menurut Kapolrestabes Semarang , Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, merasa tanpa FPI di Kota Semarang sudah aman.

Rencana pembentukan FPI di Kota Semarang dilakukan di rumah ketua Advokasi FPI Jateng , Zaenal Petir. Namun sejumlah anggota ormas sudah berdatangan ke lokasi acara. Tidak kurang dari 400 anggota polisi melakukan pengamanan di sekitar lokasi.

Karena sempat terjadi ketegangan , audiensi dilakukan dengan mendatangkan perwakilan ormas atas penolakan FPI untuk bertemu dengan pihak FPI yang diwakili oleh beberapa orang diantaranya ketua tim Advokasi FPI Zaenal Petir , ketua DPD FPI Jateng Rofiudin , dan Ketua FPI Temanggung Sihabudin.

Pada awal dialog , Wakil Ketua Laskar Merah Putih ,Iwan Cahyono langsung menyampaikan penolakan atas keberadaan FPI di Kota Semarang. Ia juga sempat mengungkapkan kekecewaanya terhadapa pribadi Zaenal yang kini merupakan salah satu dari komisioner Komisi Informasi Publik tapi justru menjadi bagian dari ormas radikal tersebut.

" Sampai kapanpun kami menolak keberadaan FPI di Kota Semarang , kami harap segera di bubarkan," ucap Iwan dalam acara pengukuhan. Pihak FPI kemudian menjelaskan berbagai hal termasuk FPI yang bukan anti-Pancasila dan sebagainya. Dialog tersebut sempat memanas meskipun ada Kapolrestabes Semarang yang duduk di antara mereka.

" Kata-kata FPI anti-Pancasila itu sebenarnya tidak ada. Karena kami sedang memperjuangkan pendidikan moral Pancasila," ucap Ketua FPI Jateng, Rofiudin. Dan akhirnya Kapolrestabes Semarang , Kombes Pol Abiyoso pun angkat bicara. Abiyoso mengatakan bahwa forum tersebut bisa berkaca pada kasus di tahun 2012 lalu dimana ulama FPI Rizieq Shihab ditolak oleh tokoh Dayak di Palangkaraya. " Semua komponen yang ada di Kota Semarang menolak adanya FPI. Tentunya saja juga memohon , jangan dipaksakan. Ini sudah banyak yang menolak. Tidak ada FPI juga Semarang sudah aman," kata Abiyoso.

Ketegangan pun sempat kembali memanas antara FPI dengan beberapa ormas yang melakukan diskusi. Untuk menjaga kondusifitas , Abiyoso menegaskan bahwa ia tidak akan segan-segan menciduk siapapun yang memicu kerusuhan. " Barang siapa yang memancing kerusuhan , yang memancing akan saya tangkap. Silakan pulang ,Pak Zaenal mau bongkar-bongkar sekarang atau besok. Jika mau bentuk FPI ya di negara lain saja silahkan. Semarang kita jaga sama-sama," tegasnya.

Setelah melakukan perdebatan panjang , akhirnya acara di bubarkan. Para pemimpin dan anggota FPI lainnya dimasukkan kedalam mobil baracuda untuk dibawa ke lokasi yang aman dan pulang ke rumah masing-masing.

Sementara itu Zaenal Petir mengatakan demi keamanan , FPI menaati hukum. Menurutnya pengusulan FPI di Kota Semarang sudah dilakukan dan akan dikirim ke FPI Jakarta lengkap dengan nama pejabatnya. Namun demi keamanan FPI rela membubarkan acara tersebut.

" Demi keamanan, karena FPI harus taat hukum. Tadi baru pengusulan pengurus Kota Semarang. Saya sudah lama di suruh untuk membentuk FPI di Kota Semarang. Saya harus selektif jangan sampai organisasi FPI menyalahgunakannya," ucap Zaenal.

Acara pun bubar dan ormas-ormas yang melakukan penolakan FPI berteriak menyetujui penolakan FPI Kota Semarang. Zaenal belum menegaskan langkah apalagi yang akan di lakukan selanjutnya.

Semakin Banyak Dukungan Kali Ini Untuk Ahok-Djarot

Semakin Banyak Dukungan Kali Ini Untuk Ahok-Djarot
Semakin Banyak Dukungan Kali Ini Untuk Ahok-Djarot
Detiktop - Beredar surat terbuka untuk Ahok agar mundur dari pencalonannya sebagai Gubernur DKI. Berikut surat terbuka tersebut diambil langsung dari sumbernya. 

Surat Terbuka untuk Koh Ahok:
Lebih Baik Sampean Mundur Saja

Setelah memperhatikan dinamika hubungan masyarakat di Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya, terlebih hubungan masyarakat Muslim-Kristen (dan non-Muslim lain) maupun sesama umat Islam, yang tidak sehat, tidak kondusif, dan memanas setiap hari meskipun suasana mendung dan hujan, maka dengan ini saya sarankan sampean mundur saja dari bursa pencalonan Gubernur DKI.

Kalau sampean masih tertarik nyalon ke spa saja, tidak usah nyalon jadi gubernur lagi. Toh sampean sudah merasakan menjadi gubernur.

Pertimbanganku bukan hanya demi kebaikan dan keharmonisan masyarakat Jakarta saja (dan Indonesia pada umumnya) tetapi juga demi kebaikan dan keharmonisan sampean dan keluarga.

Lagi pula, saya nggak tega dan merasa kasihan sama sampean: dicaci-maki terus, diteriaki aseng-kapir terus, dibabi-babikan terus, dituduh menghina Islam terus, dipitnah melecehkan Al-Qur'an terus, dituduh menghina ulama terus, dan seterusnya.

Padahal, sampean sudah melakukan banyak hal untuk kebaikan umat Islam di Jakarta khususnya. Tetapi tetap saja, (sebagian) kaum Muslim dan kelompok Islam tidak mau tahu, tidak terima, dan tetap istiqamah menghina sampean.

Sampean sudah membangun masjid raya yang megah dan masjid-masjid lain, tetapi mereka tetap saja menganggap sampean menghina Islam dan membahayakan umat Islam. Padahal sampean, setahuku, tidak pernah membangun gereja dan juga tempat ibadah non-Muslim lain. Apa jadinya jika sampean membangun gereja dan tempat ibadah non-Muslim lain?

Sampean sudah memberangkatkan umroh beberapa kali para rakyat kecil, petugas dan ustad masjid, yang tidak mampu membayar tiket ke Tanah Suci. Tetapi tetap saja mereka menganggap sampean menghina Islam, Al-Qur'an, ulama, dlsb. Padahal, setahuku, sampean tidak pernah memberangkatkan para petugas gereja wisata reliji ke Yerusalem atau Vatikan misalnya. Atau umat Hindu ke India. Apa jadinya kalau sampean melakukan hal itu? Gak bisa dibayangken deh apa kata jamaah Mamat kalau sampean melakukan hal ini.

Sampean sudah menggaji para marbot (petugas masjid), imam masjid, ustad/ustadah. Tapi tetap saja dituduh menghina Islam dan membahayakan kaum Muslim. Padahal, sampean tidak pernah menggaji para petugas / pengurus gereja berserta guru dan pendetanya, atau petugas tempat-tempat ibadah non-Muslim lain. Apa jadinya, kalau sampean melakukan itu? Apa nggak tambah kejang-kejang si Mamat.

Sampean juga menjaga dan mempertahankan area "makam keramat" Mbah Priok (Al-Habib Hasan bin Muhammad al-Haddad) yang sangat dihormati oleh masyarakat Jakarta. Tapi tetap saja sampean dituduh menghina Islam dan ulama. Apa jadinya, kalau sampean "merelokasi" makam itu demi pembangunan misalnya? Apa nggak kumat penyakit epilepsinya si Mamat.

Sampean sudah "beresin" tempat prostitusi Kalijodo. Tetapi tetap saja, tidak berubah penilaian dan tuduhan mereka ke sampean. Padahal, mereka katanya anti-maksiat dan "anti-lonte"?

Diluar itu, sampean saya lihat juga sudah melakukan banyak sekali program-program untuk "pemerintahan bersih" serta membangun berbagai sarana publik yang hasilnya dinikmati oleh semua warga, tidak pandang bulu: Mamat, Mimit, Mumut, Memet, Momot, Mumet dan saudara-saudara perempuannya: Mimin, Mumun, Momon, dlsb. Tetapi tetap saja sampean dituduh ini-itu oleh jamaah Mamat dan Mimin.

Jadi, sekali lagi, untuk kebaikan bersama, dan demi perdamaian dan keharmonisan warga, serta relasi Muslim-non-Muslim maupun Muslim-Muslim, sampean mundur saja. Sampean sudah kaya raya, punya istri cantik jelita. Mau apa lagi? Ngapain ngurusin gubernur? Nanti sampean pasti dikasih posisi yang lebih srategis dan yahud oleh Pakde Jokowi. Gampang kan?

Untuk urusan pencalonan gubernur "Jakardah", serahkan saja, percayakan saja ke Pak Basuki Tjahaja Purnama. Saya lihat Pak Basuki juga tidak kalah hebat dengan sampean koh.

Demikian saranku dari Tanah Suci. Semoga sampean mempertimbangkannya dengan masak-masak dan matang-matang. Jangan "setengah matang" ya? Soalnya, saya sukanya yang matang gitu.

#KohAhok

Peluru Fahri Hamzah Buat KPK dan Memku HAM, Demi Membela Setya Novanto

Peluru Fahri Hamzah Buat KPK dan Memku HAM, Demi Membela Setya Novanto
Peluru Fahri Hamzah Buat KPK dan Memku HAM, Demi Membela Setya Novanto
Detiktop - Pencekalan Ketua DPR Setya Novanto terkait kasus e-KTP membuat koleganya berang. Salah satu yang paling lantang adalah Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Fahri mengatakan, pencekalan Setya Novanto untuk bepergian keluar negeri tidak bisa dibatalkan melalui jalur hukum. Hanya saja, pencekalan itu bisa ditolak apabila keputusan dari Ditjen Keimigrasian tidak memenuhi ketentuan. Ketentuan itu diatur dalam Pasal 94 Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Imigrasi.

DPR hanya bisa mendesak Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly untuk meninjau ulang status pencekalan Setnov yang dikeluarkan Ditjen Imigrasi atas permintaan KPK. "(Tidak ada langkah hukum) Tetapi bisa ditolak. Pasal 94 UU Imigrasi itu boleh menolak," kata Fahri.

Meski demikian, dalam pasal 96 dijelaskan bahwa setiap orang yang dikenai pencegahan dapat mengajukan keberatan kepada pejabat yang mengeluarkan keputusan pencegahan. Namun, pengajuan tersebut bisa dilakukan dengan jangka waktu tertentu. 

"Bisa ditolak. Pasal 96 UU imigrasi itu boleh menolak. Jadi salah orang mengatakan KPK mencekal. KPK tidak boleh mencekal. Tidak punya hak mencekal. Karena KPK tidak punya sistem untuk mencekal," tegasnya. 

Pencekalan Setnov oleh Ditjen Imigrasi dilakukan berdasarkan permintaan KPK. Fahri menegaskan, Menkum HAM Yasonna Laoly harus mengetahui ketentuan pencekalan berdasarkan UU Imigrasi bukan atas dasar permintaan KPK semata. 

"Pak Laoly, sebagai menteri, harus tahu dia, bahwa kewenangan itu ada di imigrasi, bukan di KPK. Meskipun kalian semua takut sama KPK, kewenangan (cekal) itu ada di imigrasi. Jangan kalian menjadi penakut semua, gara-gara penakut jadi bilang 'oh itu kewenangan KPK'. Ini negara mau diurus KPK semua?" katanya.

Selain itu, menurut Fahri, pencekalan Setya Novanto untuk bepergian keluar negeri bisa dibatalkan jika masih berstatus sebagai saksi dan belum masuk tahap penyidikan. Ketentuan itu, kata Fahri, tercantum dalam UU Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. 

"Kalau ada pencekalan yang tidak berdasarkan hukum, termasuk di dalamnya pencekalan sebelum adanya proses penyidikan, sebelum jadi tersangka itu boleh dibatalkan," kata Fahri.

Fahri pun menuding Yasonna Laoly takut dengan KPK untuk membatalkan pencekalan Setnov. Menurutnya, KPK juga memiliki landasan hukum yang sama-sama mengatur soal pencekalan, yakni UU 30/2002 tentang KPK. 

Di UU tersebut, KPK memiliki kewenangan untuk mencekal seseorang yang masih berstatus sebagai saksi dan hal itu dibenarkan oleh UU yang dibuat oleh DPR bersama Presiden. Sementara, ketentuan yang sama di UU Imigrasi telah dianulir MK. 

"Cuma masalahnya semua orang kan takut dengan KPK, kan itu masalahnya kan. Termasuk Menteri Hukum dan HAM itu juga takut dengan KPK," jelasnya. 

"Sehingga apapun maunya KPK harus dipenuhi. Alasannya KPK punya undang-undang khusus. Ya enggak boleh begitu dong. Ada hukumnya dong," sambung Fahri. 

Untuk urusan pencekalan, KPK seharusnya mengikuti aturan yang tertulis di UU Keimigrasian. Apabila kewenangan KPK terkait pencekalan tidak dibatasi dikhawatirkan seorang Presiden bisa dicekal. 

"KPK harus diikat dengan hukum, dan KPK harus menghormati hukum yang lain. Kalau semua kekhususan itu akan dimiliki oleh KPK ya nanti presiden juga bisa dicekal. Apa anda mau begitu, enggak boleh dong. Batasi kewenangan KPK. Pasal 28 J UUD menghormati pembatasan kewenangan," tandasnya.

Rabu, 12 April 2017

Dokter Dao mengambil jalan hukum atas insiden menimpanya di United Airlines

Dokter Dao mengambil jalan hukum atas insiden menimpanya di United Airlines

Detiktop - Dokter Dao mengambil jalan hukum atas insiden menimpanya di United Airlines
Detiktop - Dokter Dao mengambil jalan hukum atas insiden menimpanya di United Airlines
Detiktop - Dokter Dao yang merupakan penumpang maskapai United Airlines yang di usir secara paksa dan di seret keluar dari pesawat pekan lalu , kini ia telah mengambil jalan hukum. Dao telah menunjuk pengacaranya untuk mewakili dirinya dalam langkah hukum ini. Dokter yang berusia 69 tahun tersebut kini mengajukan permohonan darurat ke salah satu pengadilan di negara bagian Illinois, untuk mendapatkan rekaman video dan juga bukti-bukti lainnya terkait insiden ini dari pihak maskapai United Airlines. Permohonan ini disebut sebagai langkah awal sebelum gugatan hukum terhadap United Airlines benar-benar di ajukan.

Pengacara Dao menyebutkan risiko ' prasangka serius ' bagi kliennya sebagai alasan permohonan itu. Dalam permohonan tersebut , pihak pengacara meminta agar United Airlines dan juga otoritas kota Chicago yang mengelola Bandara International O'Hare, untuk ' menjaga ' video keamanan , rekaman percakapan di kokpit , daftar penumpang hingga awak serta material lain dalam penerbangan United Airlines nomor 3411.

Paul Callan yang merupakan pengacara sipil asal New York menyebutkan kemarahan publik atas perlakuan yang tidak seharusnya di lakukan oleh United Airlines terhadap Dao kemungkinan besar akan mendorong pihak maskapai untuk melakukan penyelesaian yang cepat dan murah hati. " Karena United memiliki persoalan kehumasan yang besar, kasus ini memiliki nilai yang jauh lebih besar dari biasanya," ucapnya.

Dalam penerbangan dengan tujuan Louisville , Kentucky , Dao di seret secara paksa dari kursinya oleh petugas keamanan bandara. Pihak United menyatakan, Dao ' dipindahkan ' dari kursinya untuk memberikan ruang bagi awak kabin tambahan.

Penerbangan saat itu dalam kondisi kelebihan pesanan dan pihak maskapai meminta agar sejumlah penumpang bersedia secara sukarela berpindah ke penerbangan lain. Saat itu tidak ada yang menawarkan diri secara sukarela, beberapa penumpang pun di pilih secara acak, Dao yang terpilih menolak untuk turun dari pesawat.

Dalam rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial menunjukkan Dao terlihat sangat berantakan dengan berlumuran darah. Pria yang berkebangsaan Vietnam itu terus berteriak, " Bunuh saja saya, Bunuh saya."Dao yang bersikeras dirinya harus terbang ke Kentucky untuk menangani pasien-pasiennya.

Secara terpisah , Otoritas Penerbangan Chicago menyatakan bahwa dua petugas keamanan bandara O'Hare sudah tidak lagi bertugas dan diberi cuti terkait insiden yang memalukan tersebut. Satu petugas keamanan lainnya diberi cuti sejak kemarin. Hingga kini Dao di laporkan masih menjalani perawatan medis di rumah sakit Chicago atas luka-luka yang di deritanya.

Selasa, 11 April 2017

Lelaki Tak di Kenal Serang Mapolres , 2 Polisi Menderita Luka Bacok

Lelaki Tak di Kenal Serang Mapolres , 2 Polisi Menderita Luka Bacok

Detiktop - Lelaki Tak di Kenal Serang Mapolres , 2 Polisi Menderita Luka Bacok
Detiktop - Lelaki Tak di Kenal Serang Mapolres , 2 Polisi Menderita Luka Bacok
Detiktop - Seorang lelaki bercadar nekat masuk ke Mapolres Banyumas dengan menggunakan motor. Selanjutnya ia langsung meyerang anggota polisi yang di temuinya. Hasilnya dua anggota Sat Reskrim Polres Banyumas terluka oleh sabetan pedang.

Kejadian tersebut pukul 10:10 WIB, saat itu sejumlah wartawan sudah berada di halaman Mapolres Banyumas untuk mengikuti kegiatan gelar perkara kasus pencurian dengan kekerasan di Polres Banyumas.

Pada saat itulah seorang lelaki bercadar dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi R 3920 SV masih ke halaman Mapolres Banyumas. Salah seorang wartawan Harian Kedaulatan Rakyat yaitu Driyanto menyaksikan sendiri ketika pelaku menabrakan motor ke arah Aiptu Suparta yang sedang berdiri di sebelahnya sembari menerima telepon.

" Pelaku yang mengenakan cadar tersebut menabrak Iptu Suparta hingga jatuh , kemudian saya menolongnya , lalu pelaku bangun kemudian membawa pedang dan langsung mengejar polisi lain yang ada di sekitar lokasi. Bripka Karsono yang terluka akibat senjata tajam yang di bawa oleh pelaku," ujar Driyanto.

" Pelaku yang mengenakan cadar dan helm tersebut , dia berteriak ' Allhhuakbar, Allhhuakbar' sambil mengacungkan pedang. Dia membawa pedang dan juga sangkur," tambahnya.

Akhirnya polisi berhasil mengamankan pelaku. Pengamanan di Polres Banyumas juga langsung di perketat. Sejumlah anggota kepolisian bersenjata langsung dengan sigap mengamankan lokasi. Kedua anggota polisi tersebut langsung di larikan ke RSU Bhayangkara. Namun hingga kini masih belum ada keterangan kondisi terakhir dari kedua korban.

" Pelaku masih muda, umur belum tahu. Nanti saja , motif atas tindakan tersebut juga belum di ketahui. Tunggu penyidikan, biarkan kita bekerja dulu. Nanti akan ada keterangan resmi, saat ini kami akan meningkatkan kewaspadaan, masyarakat juga diminta untuk kontribusi untuk informasi. Seluruh anggota kita minta siaga semua," ucap Kapolres Banyumas , AKBP Aziz Andriansyah.

Senin, 10 April 2017

Ahok - Djarot : Tidak Apa-Apa Jika Hasil Surveinya Menurun, Tetapi Kami Akan Tetap Melayani Warga.

Ahok - Djarot : Tidak Apa-Apa Jika Hasil Surveinya Menurun, Tetapi Kami Akan Tetap Melayani Warga.
Ahok - Djarot : Tidak Apa-Apa Jika Hasil Surveinya Menurun, Tetapi Kami Akan Tetap Melayani Warga.
Detiktop - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku tidak mempermasalahkan hasil riset terbaru Media Survei Nasional (Median). Hasil survei itu menunjukkan adanya penurunan elektabilitas pasangan Ahok - Djarot.

Enggak apa-apa, kita selalu menyampaikan pada mereka semua dengan kepuasan warga. Karena tugas kita itu melayani masyarakat, ucap Djarot di Jakarta Barat, Senin (10/4/2017)

Menurut dia, hal terpenting yaitu kepuasan masyarakat akan pelayanan publik di Jakarta. Seperti pelayanan transportasi, kesehatan, hingga pendidikan.

"Jadi sekarang tinggal menyampaikan kepada warga agar yang puas akan tetap mendukung. Kalau puas dengan pelayannya kenapa harus ganti pelayan yang baru," jelas Djarot.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, mengungkap, dari penelitian yang dilakukan pihaknya, sebanyak 49,8 persen memilih pasangan Anies-Sandiaga. "Yang memilih pasangan Ahok - Djarot sebesar 43,5 persen. Sisanya 6,7 persen belum menentukan pilihan," kata Rico.

Ia menjelaskan, banyaknya pemilih Anies - Sandiaga disebabkan beberapa alasan. Seperti, Anies - Sandiaga antitesis sempurna dari Ahok - Djarot dari perspektif nonrasional atau emosional. 

Minggu, 09 April 2017

Buni Yani Berharap Jaksa Tidak Menahannya

Buni Yani Berharap Jaksa Tidak Menahannya

Detiktop - Buni Yani Berharap Jaksa Tidak Menahannya
Detiktop - Buni Yani Berharap Jaksa Tidak Menahannya
Detiktop - Buni Yani yang kini menjadi tersangka atas kasus UU Informasi dan Transaksi Elektronik ( ITE ) dilimpahkan tahap kedua ke Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Jawa Barat pagi ini. Ia berharap agar dirinya tidak ditahan seperti Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam kasus penistaan agama.

" Saya tidak mau berandai-andai seandainya ia di tahan, tapi kami berharap agar Pak Buni tidak sampai di tahan," ujar kuasa hukum Buni Yani yaitu Aldwin Rahadian.

Aldwin mengungkapkan beberapa alasan supaya kliennya yaitu Buni Yani tidak di tahan di kejaksaan. Karena menurutnya , kliennya tersebut bersikap kooperatif dan tidak akan menghilangkan barang bukti atau melarikan diri apabila tidak di tahan oleh jaksa dalam kasus tersebut.

" Pak Buni kini juga sedang di cekal , jadi tidak mungkin ia akan melarikan diri, karena barang bukti juga sudah di sita," ungkapnya. Ia juga membandingkan sikap jaksa yang tidak menahan Ahok pada saat tahap kedua. Karena menurutnya , kasus Buni Yani ini berkaitan dengan kasus Ahok sehingga jaksa harus berlaku adil.

" Waktu tahap kedua Ahok , jaksa juga mengatakan tidak akan menahan Ahok karena tim penyidik tidak menahannya. Pak Buni kan tidak di tahan penyidik , sehingga jaksa harus bersikap adil dan konsisten," ucapnya.

Pihak polisi pagi ini akan menyerahkan Buni Yani berikut dengan barang bukti ke Kejati Jabar setelah kasusnya dinyatakan telah lengkap ( P21 ). Setelah itu jaksa akan menyiapkan surat dakwaan bagi Buni Yani.

DPR Minta Menhub Kaji Ulang Soal Ganjil Genap Saat Mudik

DPR Minta Menhub Kaji Ulang Soal Ganjil Genap Saat Mudik
Detiktop- Wacana Kementerian Perhubungan untuk menerapkan aturan ganjil genap dalam mengantisipasi volume kendaraan jelang mudik lebaran khususnya di arus jalan bebas hambatan (TOL) dinilai sebagai niatan yang baik.

Anggota Komisi V DPR RI Moh Nizar Zahro menilai wacana itu diambil dalam bentuk antisipasi akibat peristiwa di pintu tol Brebes Timur (Brexit) beberapa waktu lalu.

Kalau memang akan diberlakukan sistem ganjil genap, kami minta untuk dikaji terlebih dahulu. Libatkan seluruh stakeholder terkait, kata Nizar dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (7/4).

Dikatakan, politisi dari Dapil Jatim XI (Madura) ini selain perencanaan dan pelaksanaannya, sosialiaasi harus dilakukan jauh – jauh hari kepada masyarakat. Jangan kemudian, ketika pelaksanaan sudah dilaksanakan, masih banyak masyarakat yang belum tahu.

Kalau yang terjadi seperti itu, bukan malah mengurai kemacetan. Tapi, akan muncul masalah baru. Pelanggaran lalu lintas marak, dan bisa berujung penyelesaian ditempat. Ini nggak baik dan nggak boleh, tutur politikus Gerindra itu.

Masih dikatakan Nizar, penerapan sistem ganjil-genap yang diberlakukan di Jakarta, jika diberlakukan saat arus mudik dan arus balik, tidak serta merta akan mengurangi kemacetan. Karenanya, dibandingkan dengan menerapkan sistem ganjil–genap, Nizar meminta penyelesaian jalan dan tol Pantura.

“Sebaiknya sebelum arus mudik lebaran, infrastruktur seperti jalan dan tol sudah siap. Apalagi Menteri PU-PERA sudah berjanji terkait kesiapan infrasturktur jalan dan tol. Yakni jalan tol pantura bisa fungaional hingga Ngaliyan, Semarang. Itu janji harus ditepati dan jangan mengalihkan dengan wacana sistem ganjil – genap,

Jumat, 07 April 2017

Saling Sangkal di Kasus Suap E-KTP

Saling Sangkal di Kasus Suap E-KTP 
Detiktop - Bola liar kasus dugaan korupsi KTP elektronik atau e-KTP terus menggelinding. Jaksa KPK menghadirkan sejumlah saksi di sidang lanjutan Kamis, 6 Maret 2017. Sejumlah nama 'besar' seperti Ketua DPR Setya Novanto, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, hingga mantan Ketua DPR Ade Komaruddin.

Selain itu, sejumlah nama lain, Achmad Fauzi, Dudy Susanto, Anang Sugiana Sudiharjo, Suciati, Markus Nari, Evi Andi Noor Alam, Johanes Rixhard Tanjaya, Jimmy Iskandar Tedjasusila juga turut jadi saksi.

Ketua DPR RI Setya Novanto dalam keterangan di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta mengaku tak pernah menerima aliran dana suap dari proyek e-KTP.

Tidak pernah, Yang Mulia, kata Setya Novanto yang dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Irman dan Sugiharto, Kamis 6 April 2017.

Mendengar jawaban dari mantan Ketua Fraksi Partai Golkar ini, Ketua Majelis Hakim John Halasan Butar Butar langsung membuka fakta persidangan. Menurut Hakim John, sudah ada pihak yang menyebut Setya Novanto menerima aliran dana tersebut.

"Tidak benar, Yang Mulia. Betul, saya yakin. Betul, sesuai dengan sumpah saya," kata Setya Novanto.

Setya Novanto juga mengaku tak tahu secara detail mengenai proyek e-KTP. Meski jabatannya pada saat itu sebagai Ketua Fraksi, dia hanya mendapat laporan terkait rapat pembahasan e-KTP dengan Komisi II DPR melalui Chairuman Harahap. Chairuman sendiri saat itu Ketua Komisi II DPR.

"Dilaporkan oleh Chairuman yang kebetulan juga dari Golkar. Itu juga hanya laporan sepintas," kata dia.

Meski begitu, Setnov mengaku mengaku kenal dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong. Di hadapan Majelis Hakim, Setnov pun menceritakan awal perkenalannya dengan pengusaha yang disebut sebagai aktor utama bancakan proyek e-KTP.

Mantan Ketua Fraksi Partai Golkar itu mengatakan, pada 2009 dirinya bertemu dengan Andi di sebuah restoran. Pada saat itu, Andi memperkenalkan diri kepadanya sebagai pengusaha konveksi.

"Saat itu, datanglah seseorang yang mengenalkan diri sebagai Andi Narogong, dan dia menyampaikan akan jual beli kaos partai," ujar Setnov.

Setelah perkenalan itu, Setya Novanto kembali bertemu dengan Andi Narogong yang kini sudah menjadi tersangka korupsi e-KTP. Andi kembali menawarkan jasa jual beli kaos partai, namun Setya Novanto menolaknya.

"Setelah saya cek harganya mahal, maka saya tolak. Dia berusaha ketemu dan dia tawarkan produk China impor," kata Setnov.

Setelah dua kali pertemuan itu, Setya Novanto mengaku tak pernah lagi bertemu dengan Andi Narogong. Termasuk yang berkaitan dengan pembahasan dan penganggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun.

Setya Novanto juga menolak disebut terima uang Rp 574,2 miliar dari Andi Narogong untuk meloloskan anggaran e-KTP.

Jokowi Widodo Akan Membangun Bandara Di Adu Sumarmo Solo

Jokowi Widodo Akan Membangun Bandara Di Adu Sumarmo Solo
Detiktop - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan mencanangkan pembangunan kereta Bandara Adi Sumarmo Solo, Sabtu (8/4/2017). Langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan airport city atau kota bandara.

Airport city diartikan sebagai sebuah bandara yang berkembang dengan berbagai kegiatan macam bisnis. Dengan begitu, bandara tidak hanya melayani penerbangan, tapi disertai berbagai kegiatan layaknya kota.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso mengatakan, untuk mengembangkan airport city di Solo salah satunya dengan mengembangkan transportasi, yakni dengan kereta bandara. Transportasi mesti dikembangkan baik di Kota Solo maupun yang menghubungkan Bandara Adi Sumarmo Solo dengan Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.

Antara Bandara Adi Sumarmo-Solo dengan Bandara Adi Sucipto- Yogyakarta hanya berjarak sekitar 50 km. Dengan demikian, dua bandara tersebut sangat potensial untuk digabungkan dengan menjadikannya airport city. Dengan demikian, Airport Train Shutlle yang menghubungkan dua bandara tersebut meleburkan dua bandara itu menjadi satu airport city, kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima. Jakarta, Sabtu (8/4/2017).

Agus mengatakan, hal ini sejalan dengan Nawacita yakni terkait kemandirian ekonomi. Lanjut Agus, kereta ini juga mengefisienkan pergerakan penumpang antarmoda, yaitu dari moda transportasi udara dengan moda transportasi kereta, bus, dan jaringan jalan tol. Di Solo sendiri, kereta bandara ini akan terhubung langsung dengan Stasiun Kereta Solo Balapan dan Terminal Bus Tirtonadi.

"Dengan integrasi yang baik antarmoda ini, akan mewujudkan pembangunan transportasi yang lebih efektif dan efisien," lanjut Agus.

Menurut Agus, integrasi transportasi ini juga dikembangkan bandara-bandara di dunia. "Transportasi antarmoda tersebut juga sudah dikembangkan di bandara-bandara besar di dunia. Misalnya saja Bandara Heathrow dan Gatwick di London, JFK di Amerika, Charles de Gaule Perancis, juga sudah terhubung dengan menggunakan kereta api menuju Bandara," ujar Agus.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Bandara Adi Soemarmo bisa dikembangkan menjadi salah satu hub penerbangan di Indonesia.

Bandara Adi Soemarmo menjadi salah satu bandara hub di Jawa sehingga Solo menjadi pusat di mana kota-kota besar di Indonesia bagian timur atau barat seperti Ambon, Kupang, Manado, Palangkaraya, Medan, Padang dapat langsung ke Solo, ungkap dia.

Sebagai informasi, arus lalu lintas penumpang domestik di Bandara Adi Soemarmo pada 2016 untuk kedatangan yaitu 1.058.626 penumpang atau naik 49 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk keberangkatan yaitu 1.051.295 penumpang atau meningkat 47 persen dari periode tahun sebelumnya.

Bandara Adi Soemarmo dilengkapi beberapa fasilitas yaitu apron dengan luas 420x135 m dan parking stand yang dapat menampung 10 pesawat. Bandara tersebut memiliki runway seluas 2.600x45 m yang akan diperpanjang menjadi 3.000x45 m.

Rabu, 05 April 2017

HOT NEWS...!!!Pekan Depan Polisi akan menyerahkan Buni Yani di Kejati Jabar

HOT NEWS..!!!Pekan Depan Polisi akan menyerahkan Buni Yani di Kejati Jabar

HOT NEWS...!!!Pekan Depan Polisi akan menyerahkan Buni Yani di Kejati Jabar
HOT NEWS...!!!Pekan Depan Polisi akan menyerahkan Buni Yani di Kejati Jabar
Detiktop - Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) menyatakan berkas atas kasus UU ITE dengan tersangka Buni Yani telah lengkap ( P21). Polisi akan segera menyerahkan tahap kedua ini ke Kejasaan Tinggi ( Kejati ) Jawa Barat dalam waktu dekat ini. " Tahap duanya di minggu depan, tanggal akan kami cek terlebih dulu ke penyidik," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Selama dalam proses penyidikan , Buni Yani tidak akan di tahan oleh pihak kepolisian. Untuk itu , polisi akan melayangkan panggilan kepada Buni Yani agar dapat memenuhi panggilan di Mapolda Metro Jaya saat tahap dua nantinya. " Kita panggil dulu kepada yang bersangkutan untuk hadir dalam rangka tahap kedua ini ke kejaksaan," ungkapnya.

Dalam tahap kedua ini , tersangka beserta barang bukti akan di serahkan ke pihak kejaksaan. Setelah proses tersebut , jaksa akan menyusun dakwaan untuk Buni Yani. Buni Yani yang kini berstatus sebagai tersangka atas penghasutan SARA karena caption pada video Ahok di Kepulauan Seribu yang di unggah di jejaring sosial Facebook. Penyidik menjerat Buni dengan Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( ITE ).

Namun Buni menyebutkan bahwa caption tersebut tidak bermaksud untuk menghasut orang lain melainkan hanya untuk mengajak orang lain berdiskusi mengenai video tersebut. Buni kemudian mengajukan praperadilan atas status tersangka terhadap dirinya. Namun hakim Sutiyono di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan gugatan praperadilan Buni Yani. Hakim menyatakan penetapan status tersangka yang di lakukan di Polda Metro Jaya adalah sah dan sesuai dengan prosedur hukum.

Selasa, 04 April 2017

Polisi Mencari Keberadaan Buni Yani

Detiktop - Polisi Mencari Keberadaan Buni Yani
Detiktop - Polisi Mencari Keberadaan Buni Yani
Detiktop - Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menyatakan berkas perkara kasus dugaan dalam penyebaran kebencian dan hasutan dengan tersangka Buni Yani. Kini polisi sedang mencari keberadaan Buni Yani untuk pelimpahan yang bersangkutan dan barang bukti ke Kejaksaan.

" Kami saat ini sedang mencari keberadaan Buni Yani. Dan kami akan segera membuat surat panggilan , untuk kami hadapkan ke pihak Kejaksaan," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigjen Polisi Rikwanto di Markas Besar Polri.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Setia Untung Arimuladi mengungkapkan bahwa jaksa peneliti telah menilai bahwa perkara Buni Yani telah memenuhi syarat formal dan material tindak pidana. Selanjutnya , jaksa penuntut umum ( JPU ) menunggu pelimpahan tersangka dan barang bukti dari polisi. Kejaksaan telah menunjuk senior sebagai penuntut umum untuk membuktikan dakwaan terhadap Buni Yani. " Kami masih menunggu pelimpahan tahap dua," ujarnya.

Buni Yani di jerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 32 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik. Bila itu terbukti, maka Buni Yani terancam hukuman penjara 6 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar.

Buni Yani kini berurusan dengan hukum setelah mengunggah video pidato Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mengutip surat Al Maidah. Dan Buni juga mengaku mendapat video tersebut dari salah satu akun Facebook Media NKRI. Ungguhan dari Buni tersebut menimbulkan perdebatan netizen. Sebab, Buni menghilangkan kata 'pakai'. Dan ia juga sudah mengakui itu kesalahan dari dirinya.

Senin, 03 April 2017

Sidang Ahok kali ini tidak boleh di siarkan langsung

Detiktop - Sidang Ahok kali ini tidak boleh di siarkan langsung
Detiktop - Sidang Ahok kali ini tidak boleh di siarkan langsung
Detiktop - Usai sudah pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Kini giliran Ahok yang akan duduk di kursi pesakitan. Namun sidang tersebut tidak boleh di siarkan langsung oleh stasiun televisi manapun.

Pejabat Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara Hasolan Sianturi menjelaskan bahwa agenda sidang ke 17 ini merupakan pemeriksaan terdakwa beserta barang-barang bukti. Persidangan akan di gelar seperti biasanya , sebagaimana yang sudah di gelar sebelumnya.

Pada sidang dengan pemeriksaan saksi dan juga ahli , sidang kali ini dilarang disiarkan langsung. Namun kini agenda sudah berbeda, dan tetap tidak di perbolehkan disiarkan secara langsung. Sebab, baik sidang yang beragendakan mengenai pemeriksaan saksi maupun beragendakan pemeriksaan terdakwa, pada dasarnya sama-sama sidang yang berkategorikan acara pembuktian.

" Ini kan masih kategori pembuktian. Jadi ini sama dengan pemeriksaan saksi dan juga ahli. Pemeriksaan terdakwa juga termasuk dalam kategori pembuktian," ujar Hasolan.

Sikap Hakim Ketua Dwiarso Budi Santiarto masih belum berubah, yakni tidak mengizinkan live TV mengenai sidang Ahok. " Seperti itulah yang sudah di tetapkan oleh majelis hakim, agenda tidak di lakukan secara live," tutur Hasolan.

Hasolan menjelaskan bahwa , majelis hakim yang di pimpin oleh Dwiarso itulah yang bisa menentukan boleh atau tidaknya siaran langsung pada persidangan berikutnya. Namun yang jelas , agenda hari ini tidak akan disiarkan langsung.

Kamis, 30 Maret 2017

Ketua MUI berharap tidak ada demo lagi , ini tanggapan FUI

Detiktop - Ketua MUI berharap tidak ada demo lagi , ini tanggapan FUI
Detiktop - Ketua MUI berharap tidak ada demo lagi , ini tanggapan FUI
Detiktop - KH Ma'ruf Amin selaku ketua MUI mengatakan bahwa sebenarnya sudah tidak perlu lagi adanya aksi demo , termasuk dalam aksi yang akan di gelar siang ini. Menanggapi hal ini , Sekertaris Jendral Forum Ulama Indonesia ( FUI ) Al-Khaththath mengatakan sudah mendengar pernyataan dari Ma'ruf Amin di televisi.

Al-Khaththath beranggapan bahwa maksud dari pernyataan Rais Aam PBNU itu adalah agar menggelar aksi secara baik. Selain itu  , Ma'ruf Amin tidak menutup kesempatan umat islam untuk berdemo.

" Saya dengar di TV , beliau mengatakan kalau jumat ini aksi unjuk rasa akan di lakukan dengan baik. Beliau juga tidak menutup kesempatan umat untuk berdemo dan itu kan sudah di jamin oleh UU. Cuma beliau hanya meminta agar kita saat melakukan aksi dengan damai," kata Al-Khaththath.

Ia juga mengatakan bahwa aksi yang akan di lakukan FUI nanti di mulai setelah salat Jumat. Titik awal pergerakan massa akan di mulai dari Masjid Istiqlal. Kemudian massa akan berlanjut ke Gambir di Jalan Medan Merdeka Timur hingga akhirnya berhenti di depan Istana Negara.

Al-Khaththath berharap nantinya akan ada dari pihak Istana yang mau menemui perwakilan dari massa yang terdiri dari ulama dan tokoh masyarakat. " Kita berharap istana mau membuka pintu agar aspirasi kita dapat tersampaikan dengan baik," ucapnya.

Sebelumnya di beritakan , Ma'ruf Amin menilai bahwa aksi 313 sudah tidak perlu di lakukan. Ia yakin Presiden Joko Widodo telah berkomunikasi dengan berbagai pihak. Ia juga berharap semua kelompok dapat mendengarkan dan menghilangkan gejolak yang ada di masyarakat saat ini.

" Kalau menurut saya sendiri , jika Jumat nanti aksi tersebut sudah tidak perlu di lakukan , ini sudah lebih dari cukup. Presiden sudah mendengar keingin tersebut," ujar Ma'ruf Amin usai menemui Presiden Joko Widodo.

Kamis, 23 Maret 2017

Di Sangka Penculik , 2 pemulung nyaris tewas di hajar masa

Di Sangka Penculik , 2 pemulung nyaris tewas di hajar masa

Di Sangka Penculik , 2 pemulung nyaris tewas di hajar masa
Di Sangka Penculik , 2 pemulung nyaris tewas di hajar masa
Detiktop - Isu penculikan anak benar-benar membuat masyarakat resah. Hingga masyarakat tanpa pikir panjang langsung menghakimi orang yang di duga penculik. Kali ini korbannya adalah dua orang pemulung di kabupaten Purwakarta. Jamal ( 50 Tahun ) dan Mandra ( 35 tahun ) yang nyaris tewas babak belur di hajar oleh sejumlah warga yang berada di pasar kaget di Desa Cicadas , Kecamatan Babakan Cikao. Beruntung polisi dan juga aparat desa berhasil menyelamatkan keduanya dari amukan warga sekitar.

" Itu hanya salah pengertian masyarakat yang mungkin merasa ketakutan dengan isu penculikan yang berkembang saat ini. Tapi mereka sebenarnya bukanlah penculik , melainkan hanya pemulung," ucap Kasatreskrim Polres Purwakarta AKP Agta Bhuwana di kantornya.

Kejadian tersebut bermula dari saat keduanya tengah bertengkar di tengah keramaian pasar malam. Salah satu petugas linmas ,Tabroni yang melihat pertengkaran tersebut mencoba untuk memisahkan keduanya , keributan tersebut akhirnya menyita perhatian dari para pengunjung di sekitar lokasi. Entah ada angin apa , tiba-tiba dari kerumunan warga terdengar teriakan penculik anak kepada kedua pria tersebut. Sontak saja para warga yang ada di sekitar lokasi tersebut bereaksi hingga menghajar kedua pemulung tersebut.

Baca : Melayani 2 Lelaki Ganteng Yang Bisa Memuaskan Napsu Birahiku

" Pas di pisahkan oleh linmas , tiba-tiba ada yang teriakin mereka penculik , jadi warga langsung emosi dan menghakimi mereka," jelasnya. Petugas linmas dan juga polisi yang baru datang di lokasi langsung bertindak menyelamatkan keduanya ke kantor desa. Namun , para massa masih kesal dengan kedua pria tersebut yang di tuduh penculi anak itu mengepung kantor desa.

" Akhirnya polisi yang bersenjata lengkap membawa keduanya menggunakan mobil di Polres Purwakarta untuk menghindari amukan dari massa," ucap Agta.

Menurut Kepala Desa Cicadas Sulaiman Purba mengatakan tuduhan warga terhadap keduanya sebagai penculik anak lantaran mereka membawa karung dan juga tali rapia. Penampilan keduanya tersebut menyerupai sosok penculik anak yang menjadi perbincangan masyarakat saat ini.

" Sehubungan rumor penculikan anak yang ramai di perbincangkan saat ini , mereka mengira orang yang membawa karung dan tali rapia tersebut adalah penculik anak. Padahalkan mereka cuma pemulung. Cuma  karena ada salah satu dari mereka membawa golok jadi sekaligus memancing emosi warga," katanya.

Di tangan keduanya , polisi mengamankan karung yang berisi tali rapia , telepon genggam dan sebilah golok. Saat ini keduanya berada di Mapolres Purwakarta untuk di mintai keterangan lebih lanjut.

Kamis, 16 Maret 2017

Sandiaga Akhirnya di Panggil Polisi Akibat Keramaian di Medsos

Sandiaga Akhirnya di Panggil Polisi Akibat Keramaian di Medsos

Detiktop - Sandiaga Akhirnya di Panggil Polisi Akibat Keramaian di Medsos
Detiktop - Sandiaga Akhirnya di Panggil Polisi Akibat Keramaian di Medsos
Detiktop - Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Tanah Abang Kompol Mustakim menjelaskan mengapa pihak kepolisian baru sekarang memanggil salah satu Cagub DKI Sandiaga Uno sebagai saksi atas kasus dugaan pencemaran nama baik. Padahal kasus tersebut telah di laporkan oleh Dini Indrawati pada tanggal 7 November 2013 lalu. Menurut Mustakim , kasus ini baru bisa kembali di selidiki karena menjadi perhatian publik.

Ia akhirnya mengusut kasus tersebut agar kedepannya tidak terjadi kesimpangsiuran mengenai informasi dari masyarakat. " Kalau masalahnya seperti ini , maka kita akan menyeledikinya lebih dalam lagi , situasi seperti ini tengah ramai di perbincangkan di media sosial , kita memanggil saudara Sandiaga Uno supaya kasus ini cepat selesai," ujar Mustakim di Polsek Tanah Abang.

Mustakim menjelaskan bahwa kasus ini sempat menjadi viral di media sosial , untuk itu ia memanggil Sandiaga untuk menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya." Semua itu berawal dari Medsos , dan dari medsos kita akan tindak lanjuti masalah ini , kebetulan saya merupakan pejabat baru , supaya ini semua cepat terselesaikan,"ucap Mustakim.

Sandiaga sendiri memberikan keterangan kepada polisi terkait kasus yang bermula dari laporan dari warga yang bernama Dini Indrawati pada 7 November 2013 lalu. Dini melaporkan Eli yang juga menjadi anggota komunitas "Jakarta Berlari" atas tuduhan pencemaran nama baik. Dalam Komunitas Jakarta Berlari itu di ketuai oleh Sandiaga. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono , keterangan dari Sandiaga di butuhkan selaku ketua dari komunitas tersebut. Laporan dari Dini menyertakan Pasal 310 KUHP mengenai Pencemaran Nama Baik dan Fitnah.

Peristiwa yang di laporkan tersebut terjadi di kawasan Gelora Bung Karno , Senayan pada 31 Oktober 2013. Dalam perkara ini Sandiaga di mintai keterangan sebagai saksi dan polisi telah memastikan Sandiaga bukanlah sebagai pihak yang berperkara.

 
Super Kawaii Cute Cat Kaoani